Selasa, 22 Agustus 2017

"Beauty and the Beast" geser "Kong: Skull Island"

id "Beauty and the Beast" geser "Kong: Skull Island"
Sutradara film Bill Condon dan komposer Alan Menken berpose dengan para aktor Dan Stevens, Luke Evans, Emma Watson, Josh Gad, Audra McDonald dan Gugu Mbatha-Raw di penayangan perdana "Beauty and the Beast" di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Kamis (2/3/2017). (REUTERS/Mario Anzuoni)
Los Angeles (ANTARA GORONTALO) - Live action terbaru Disney "Beauty and the Beast" menjulang pada debutnya dengan pendapatan 170 juta dolar AS akhir pekan ini, membuat rekor baru untuk debut film pada Maret dan semakin memperkuat posisi perusahaan dalam bisnis film.

"Beauty and the Beast" adalah bagian lain dari strategi Disney. Film ini adalah adaptasi dongeng yang menghentak layar lebar.

Dongeng adaptasi lainnya termasuk "Alice in Wonderland" yang meraup 1 miliar dolar AS secara global, "Cinderella" dengan 543,5 juta dolar AS secara global dan "The Jungle Book" yang mengeduk 966,6 juta dolar AS setelah penayangannya.

Sementara itu, "Dumbo" dan "Mulan" sedang dalam pengerjaan di mana Disney berkomitmen membuat live-action untuk sebagian besar film-film animasinya.

Dongeng tersebut menceritakan Belle, seorang gadis kutu buku di Prancis yang dimainkan oleh bintang film "Harry Potter" Emma Watson, yang membantu monster buruk rupa (Dan Stevens "Downtown Abbey") memecahkan kutukan. Dalam prosesnya, dia tinggal di kerjaan Beast yang dihuni barang-barang rumah tangga yang dapat berbicara.

"Beauty and the Beast" tidak merusak unsur-unsur yang sangat disukai dalam film animasinya yang dibuat pada 1991. Sutradara Bill Condon menjaga alur utama, sambil mengeluarkan sedikit kisah masa lalu Belle, dan mempertahankan soundtrack seperti "Be Our Guest" dan "Belle".

Hal-hal musikal itu tidak datang dengan murah. "Beauty and the Beast" membawa anggaran yang lumayan 160 juta dolar AS sehingga film itu diharapkan dapat mengembalikan uang yang berlipat ganda setelah penjualan tiket dan pakaian princess yang diluncurkan untuk memuaskan generasi baru pecinta Belle.

Kebanyakan studio besar menjauhi "Beuty and the Beast". Satu-satunya rilis baru adalah "The Belko Experiment" yang debut dengan 4,1 juta dolar AS, yang disebut cukup sukses untuk film seperti itu.

Film itu hadir dengan strategi distribusi yang unik. "The Belko Experiment" diputar di 1.341 lokasi, sekitar sepertiga dari jumlah bioskop untuk studio besar. Bioskooop-bioskop tersebut dipilih karena dikenal dengan penggemar film horor.

Orion, label MGM, mendukung film tersebut dan mendistribusikannya dengan BH Tilt. Label tersebut diawasi oleh produser Blumhouse yang memproduseri "The Purge" dan "Insidious". "The Belko Experiment" menceritakan sejumlah karyawan perusahaan Amerika yang terkunci di sebuah kantor di Bogoto, Colombia. Mereka diperintahkan oleh sebuah suara interkom untuk membunuh satu sama lain.

Dengan penjualan "Beauty and the Beast" yang mendominasi penjualan tiket, juara pekan lalu "Kong: Skull Island", turun 53 persen menjadi 28,8 juta dolar AS, yang membuat film itu harus puas dengan pendapatan 110,1 juta dolar AS. Warner Bros. dan Legendary Entertainment bekerja sama untuk membuat remake dari film "King Kong" tersebut.

"Logan" produksi Fox berada di posisi ketiga dengan 17,5 juta dolar AS dan membawa film superhero tersebut dengan total 184 dolar AS.

Film thriller "Get Out" milik Universal dan Blumhouse berada pada posisi keempat dengan 13,2 juta dolar AS yang membawa total pendapatan 133,1 juta dolar AS. Dengan anggaran 4,5 juta dolar AS, film ini menjadi salah satu film paling menguntungkan tahun ini.

"The Shack" menutup posisi lima besar dengan 6,1 juta dolar AS dan menghasilkan pendapatan lebih dari 42,6 juta dolar AS, demikian Reuters.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017