Sabtu, 24 Juni 2017

Gubernur Gorontalo Usulkan Perubahan Jalur GORR

id Gubernur Gorontalo Usulkan Perubahan Jalur GORR
Gubernur Gorontalo Usulkan Perubahan Jalur GORR
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menggelar rapat koordinasi bersama Pemkab Bone Bolango dan Pemkot Gorontalo serta Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Balai Jalan Nasional, terkait pelaksanaan proyek strategis nasional (Foto Humas)
Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan pihaknya akan mengubah jalur pembangunan lintasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang masuk pada segmen III di Kabupaten Bone Bolango.

"Saat ini pekerjaan GORR sudah 60 persen jalan, tinggal menyelesaikan segmen III. Namun pengajuan yang baru ini untuk menambah akses jalan, yaitu dari Kecamatan Tapa di Kabupaten Bone Bolango tembus ke Kecamatan Atinggola di Kabupaten Gorontalo Utara," kata Gubernur usai menggelar rapat dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak balai sungai dan balai jalan provinsi Gorontalo, Kamis.

Dijelaskan, pembangunan GORR diawali dari Bandara Gorontalo dan saat ini sudah masuk wilayah Tapa, nanti kalau belok ke kiri akan tembus Atinggola. Dan kalau ke kanan yang seharusnya masuk ke arah pelabuhan Kota Gorontalo, namun diubah ke arah Botupingge sampai ke wilayah Bone Pesisir Kabupaten Bone Bolango.

"Dari Kecamatan Botupingge Kota Gorontalo sampai ke Bone Pesisir Kabupaten Bone Bolango, kita akan buat jalan baru sehingga bisa menghindari macet di jalan yang ada saat ini," jelasnya.

Soal akses jalan Tapa-Atinggola, lanjut Rusli, pada saat rapat terbatas dengan Presiden sudah ada respon dari pemerintah pusat, dan pemerintah daerah kemudian menindaklanjutinya dengan perencanaan dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita harus melihat terasenya, apakah jalur yang baru ini ada yang melewati taman nasional atau cagar alam, sehingga itu perlu disesuaikan juga dengan RTRW Kabupaten Bone Bolango," ungkapnya.

Terkait dengan rencana proyek pembangunan waduk, pihaknya akan terus mempercepat realisasi Desain Engginering Detail (DED), yang rencananya groundbreakingnya oleh Presiden pada tahun 2018 nanti.

Sementara untuk waduk Bone Hulu, menurut Gubernur bahwa masih ada penundaan karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan terutama masalah izin dari kehutanan, karena di sana terdapat kawasan taman nasional, yang harus kita ubah sesuai degan rencana pembangunan waduk ini.

"Yang jelas saat ini masyarakat dan Pemerintah Bone Bolango sudah sangat setuju untuk pembangunan waduk tersebut," tegasnya.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga