Kamis, 24 Agustus 2017

Mendagri setuju Sulut siaga satu antisipasi afiliasi ISIS

id Mendagri setuju Sulut siaga satu antisipasi afiliasi ISIS
Mendagri setuju Sulut siaga satu antisipasi afiliasi ISIS
Mendagri Tjahjo Kumolo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai status siaga satu yang ditetapkan bagi wilayah Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Filipina tidak ada masalah.

"Status siaga satu tidak ada masalah. Saya kira perbatasan di Kalbar, Kaltim, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara wajar siaga satu," kata Tjahjo di Jakarta, Jumat.

Dia memandang penetapan status siaga satu perlu dilakukan agar tercipta kewaspadaan atas masuknya kelompok ekstremis pro-ISIS yakni Maute dari Marawi, Mindanao, Filipina ke Indonesia.

"Status itu perlu, termasuk perlu juga gerakkan siskamling untuk mendeteksi setiap perkembangan yang ada di sana. TNI juga sudah siaga satu disana," kata Tjahjo.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menetapkan status siaga satu di perbatasan Sulut, yakni di kepulauan Talaud, Sangihe, dan Sitaro yang dekat dengan Filipina, guna mengantisipasi masuknya pelarian kelompok pro-ISIS dari Filipina ke Indonesia.

Namun penetapan status siaga satu itu dipandang tidak perlu oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Wiranto khawatir status itu justru akan membingungkan masyarakat di sana.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017