Sabtu, 24 Juni 2017

28 perusahaan BUMN berangkatkan 118.220 pemudik

id 28 perusahaan BUMN berangkatkan 118.220 pemudik
28 perusahaan BUMN berangkatkan 118.220 pemudik
Menteri BUMN Rini M Soemarrno (ANTARA FOTO/Teresia May)
Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Sebanyak 28 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberangkatkan sekitar 118.220 pemudik ke 84 tujuan di seluruh Indonesia dengan menggunakan moda darat yaitu bus (jumlahnya 1.920 unit) dan kereta api, laut dengan kapal PT Pelni serta pesawat udara.

Program ini bertajuk "Guyub Rukun" dan para pemudik dilepas langsung secara simbolis oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin.

"Transportasi udara digunakan untuk memberangkatkan TKI dari Hong Kong ke Indonesia. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang menyukseskan mudik bersama ini," kata Rini.

Menteri BUMN secara khusus berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang menyediakan transportasi layak jalan kepada para pemudik dan PT Jasa Raharja (Persero) yang memberikan fasilitas pendaftaran mudik gratis secara daring.

"Ini pertama kali dengan sistem daring dan ternyata penerimaannya baik. Semoga tahun depan masyarakat bisa melakukan pemesanan tempat lebih cepat dengan rentang waktu yang lebih lama," tutur Rini.

(Baca juga: Pemudik gratis Situbondo-Madura diangkut kapal feri)

Sementara Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Setyarso selaku Koordinator Mudik Bersama "Guyun Rukun" menambahkan, mudik bersama diselenggarakan juga untuk menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Jadi lebih aman, mengurangi potensi kecelakaan," kata Budi sembari menambahkan bahwa semua biaya mudik bersama ditanggung oleh dana tanggung jawab sosial (CSR) masing-masing perusahaan BUMN yang terlibat.

Dia menegaskan semua pemudik dilindungi oleh Jasa Raharja dan asuransi Jasaraharja Putera-Aman atau JP-Aman.

JP-Aman, lanjut Budi, menjamin semua risiko dalam perjalanan mudik selama 14 hari mudik sejak berangkat sampai kembali lagi ke tempat tinggal.

"Kalau ada apa-apa, silakan lapor ke Jasa Raharja," ujar dia.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017