Selasa, 22 Agustus 2017

Intimidasi wartawan Antara, Komandan Brimob duga anggotanya lelah

id Intimidasi wartawan Antara, Komandan Brimob duga anggotanya lelah
Intimidasi wartawan Antara, Komandan Brimob duga anggotanya lelah
Wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Ricky Prayoga mengalami tindak kekerasan oleh sejumlah oknum Brimob saat akan meliput ajang kejuaraan bulu tangkis Indonesia Open Super Series di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu. (Instagram/@kopipluscorner)
Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Kepala Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail berjanji akan berupaya memperbaiki pola pikir jajarannya menyusul terjadinya kasus kekerasan fisik dan verbal anggota Brimob Polda Metro Jaya, Bharatu Adam Nasution terhadap wartawan LKBN Antara, Ricky Prayoga di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Minggu (18/6).

"Anak buah saya itu tidak semua otaknya lurus. Ada yang bengkok-bengkok, ini nanti kami luruskan," kata Irjen Murad Ismail di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin.

Menurut dia, perbaikan pola pikir anggota Brimob merupakan salah satu dari setumpuk tugasnya sebagai Kakorbrimob yang harus diselesaikan.

Dalam kasus tindak kekerasan Bharatu Adam Nasution terhadap jurnalis Ricky Prayoga, ia menengarai Adam kelelahan saat itu dan menghadapi situasi yang membangkitkan emosinya.

"Anggota itu kalau sudah bertugas berjam-jam itu capai. Capai dan melihat ada yang bertingkah, pasti dia marah," katanya.

(Baca: Wartawan LKBN Antara jadi korban arogansi oknum aparat)

Sementara di tempat terpisah, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru Novianto menyampaikan permintaan maaf kepada Dirut LKBN Antara, Meidyatama Suryodiningrat dan wartawan LKBN Antara, Ricky Prayoga.



Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto (kiri), Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru Novianto (kedua kiri) pada Senin (19/6/2017) di Wisma Antara, Jakarta, menyampaikan permintaan maaf kepada Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat (kanan) atas dugaan kekerasan anggota Brimob Polda Metro jaya kepada wartawan LKBN Antara Ricky Prayoga (kedua kanan). (ANTARA News/Anita Permata Dewi)


"Kejadian ini cukup memalukan. Saya mewakili pimpinan Brimob Polda Metro Jaya memohon maaf atas kejadian ini, kami sadari anggota kami melakukan kesalahan," kata AKBP Heru di Gedung Wisma Antara.

Heru mengatakan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya masih memeriksa Bharatu Adam Nasution dan empat orang rekannya atas kasus ini.

"Secara internal, kami memeriksa Adam dan beberapa temannya," katanya.

Heru pun menegaskan akan menjatuhkan hukuman disiplin bagi para pelaku bila terbukti bersalah. "Kalau terbukti bersalah, kami akan memberikan hukuman disiplin," katanya.

(Baca juga: Pasca kekerasan terhadap wartawan, Brimob Polda Metro janji tertibkan sikap jajaran)

Dalam pertemuan tersebut, Heru didampingi oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto.

Rikwanto berharap usai pertemuan antara Polri, dalam hal ini Brimob Polda Metro Jaya dan LKBN Antara, kedepan hubungan kedua belah pihak menjadi baik kembali.

"Mudah-mudahan setelah pertemuan ini, bisa berdamai, bisa saling mengerti, hubungan kedua belah pihak menjadi baik kembali dan masalah ini dianggap selesai," kata Rikwanto.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017