Jumat, 22 September 2017

Ketika Jokowi-JK bertukar "busana"

id Ketika Jokowi-JK bertukar "busana"
Ketika Jokowi-JK bertukar
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA GORONTALO) - "Wah". "Kaget". Itulah ekspresi sebagian besar anggota MPR RI dan tamu undangan maupun wartawan yang meliput sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Kompleks DPR/MPR/DPD di Jakarta, Senin dengan agenda pidato Presiden Joko Widodo menyambut peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia ke 72.

Ya..sejarah baru telah tertulis untuk pertama kalinya. Bukan soal tempat, bukan soal urutan acara. Tapi soal busana yang dikenalkan Presiden Joko Widodo dan Wapres M Jusuf Kalla.

"Tadi Pak Presiden Joko Widodo yang pakai busana Bugis Makasar kayaknya Kraaeng yang paling hebat di sini. Dan Pak Wapres Jusuf Kalla dengan busana adat Jawa (Solo). Orang Jawa yang jalannya paling pas yaa Pak JK," kata Ketua MPR Zukifli Hasan saat membuka sidang.

Tampilan Presiden Joko Widodo yang mengenakan busana daerah seakan menyentak untuk mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki berbagai adat istiadat maupun budaya.

Ketua MPR Zukifli terlihat beberapa kali tersenyum melihat suasana yang berbeda.

Saat duduk dalam kursi utama Presiden Joko Widodo didampingi Wapres M Jusuf Kalla terlihat keduanya saling tersenyum.

Presiden Joko Widodo dengan songkok Recca alias puce khas Bugis Makasar dengan warna emasnya terlihat berbeda. Begitupula Wapres M Jusuf Kalla yang mengenakan blangkon" gaya Solo menjadi sebuah oase tersendiri.

Paduan busana adat khas dua daerah Sulawesi Selatan (Bugis Makasar) dan Jawa Tengah (Solo) menjadi sangat kontras dengan pakaian jas para anggora MPR yang hadir.

Mungkin, Presiden Jokowi dan Wapres M Jusuf Kalla ingin menunjukkan betapa kayanya peradaban busana adat negeri ini.

Baik gaya Bugis Makasar maupun gaya Jawa Solo-nya, itulah Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017