Jumat, 22 September 2017

DPD: Masyarakat Gorontalo Butuh Sosialisasi Terkait Antraks

id DPD: Masyarakat Gorontalo Butuh Sosialisasi Terkait Antraks
DPD: Masyarakat Gorontalo Butuh Sosialisasi Terkait Antraks
Petugas Dinas Peternakan memusnahkan bangkai sapi terduga antraks dengan cara dibakar di Tenilo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (30/8). (Foto Adiwinata)
Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Rahmiyati Jahja mengatakan perlu ada sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit antraks yang menyerang sejumlah ternak di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

"Masyarakat awan itu tidak tahu seperti apa antraks itu, yang namanya daging sapi tentunya enak untuk di konsumsi. Namun mereka tidak mengetahui bagaimana penyakit ini bisa menjangkiti sapi dan dampak bagi manusia," ujarnya, Senin.

Ia menjelaskan, di Provinsi Gorontalo masih banyak sapi yang dipelihara oleh warga dengan sistem bagi hasil, atau pemiliknya berbeda dengan yang memelihara.

"Perlu ada sosialisasi yang lebih intens bagi pemilik maupun pemelihara sapi dengan melibatkan instansi terkait mengenai pengenalan antraks dan pencegahannya," tegas Rahmiyati.

Selain itu harus ada sosialisasi bagaimana akibat jika mengonsumsi daging dari sapi yang terserang antraks, hingga cara memasak daging yang benar.

"Saya berharap peran Dinas Peternakan dapat ditingkatkan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat awan terkait antraks melalui penyuluh dan saya yakin dinas terkait bisa mewujudkannya," tambahnya.

Pada pekan lalu, beredar informasi dari masyarakat terkait puluhan sapi yang sakit dan mati mendadak di Kabupaten Gorontalo yang diduga akibat bakteri antraks.

Tidak hanya Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten Gorontalo, tim dari Balai Besar Veteriner (BBVET) Maros telah turun ke lapangan untuk melalukan langkah-langkah pencegahan dan mengambil sampel darah dan organ dalam bangkai sapi dan tanah.

Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo pun telah melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap penyebaran bakteri antraks, yang diduga menyerang beberapa sapi di Kabupaten Gorontalo.

Langkah pencegahan yang dilakukan adalah mengisolasi wilayah terdampak, sehingga tidak ada sapi yang masuk atau keluar dari wilayah itu dalam beberapa waktu ke depan.

Selanjutnya Dinas Peternakan juga melakukan pengobatan bagi sapi yang tidak sehat, dengan pemberian antibiotik dan vitamin. Dan untuk sapi yang sehat diberikan vaksin.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017