Jumat, 22 September 2017

Bone Bolango Programkan "Menuju Bebas Kusta 2018"

id kusta
Bone Bolango Programkan
(foto ilustrasi)
Gorontalo, (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, programkan "menuju bebas kusta tahun 2018", yakni masyarakat di daerah itu terbebas dari penyakit tersebut.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bone Bolango, Dzamaludin Nento mengatakan, sejak daerah itu terbentuk secara otonom, penyakit kusta memang masih sangat tinggi. Namun perlahan mulai menurun karena penanganan cepat yang dilakukan pemerintah setempat.

"Kami juga sedang menuju eliminasi Bone Bolango dari penyakit kusta," katanya.

Untuk hitungannya di bawah angka 1/1000 penduduk akan masuk kategori eliminasi kusta. Saat ini Kabupaten Bone Bolango masih 1,7/1000 penduduk.

Pemerintah setempat optimistis angka itu akan turun di bawah angka satu, karena langkah-langkan penanganan sedang berlangsung.

Salah satu langkah aktif yaitu aktif melakukan penemuan awal penyakit kusta. San pemkab saat ini tidak lagi menunggu pasien datang ke rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Selain itu, pemerintah melakukan penyuluhan di desa-desa yang dianggap sebagai kantong kusta. Jika ditemukan ada penderita, maka Dinas Kesehatan akan segera melakukan pengobatan. Sejauh ini, sudah 12 penderita baru yang pemerintah temukan dan diberikan pengobatan.

"Jumlah itu tidak masuk kategori mengkhawatirkan, karena populiasi penduduk di Bone Bolango sebanyak 155 ribu. Jika dibandingkan dengan 12 kasus penemuan, maka sangat kecil dan tidak masuk kategori bahaya," katanya lagi.

Sosialisasi yang diberikan pemerintah tidak hanya menyangkut pencegahan dan penyembuhan penyakit kusta. Pemerintah juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengucilkan dengan stigma tertentu pada para penderita kusta.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk menghilangkah stigma burut tersebut, karena penyakit kusta memang tidak seharusnya diperlakukan seperti itu.

Dzamaludinn juga menjelaskan, bahaya penularan penyakit kusta tidak begitu serius, sebab butuh waktu lima tahun penularan kusta dan itu tergantung kekebalan tubuh manusia.

"Jika kekebalan tubuh manusia rendah, maka akan terjangikiti, jika kekebalannya kuat, maka penyakit itu tidak terjangkiti. Cara penularan kusta juga melalui pernafasan dan kontak langsung dengan pederita," ujarnya.

Penyakit kusta memang menular, namun bakteri penyebab kusta tidak secara cepat menjangkiti, karena butuh waktu lama.

Tanda-tanda penyakit kusta juga bisa segera dideteksi. Jika ditemukan ada bercak putih seperti panu, kemudian ada bercak merahnya dan mati rasa dibagian tersebut, maka itu telah positif kusta.

Pemerintah meminta agar masyarakat yang terindikasi kusta segera mendatangi rumah sakit untuk mendapat pengobatan. Jika pengobatan dilakukan secara cepat, maka cacat akibat kusta bisa dihindari.

Butuh waktu enam bulan pengobatan untuk kusta kering serta pengobatan untuk kusta basah butuh satu tahun. Jika ada penyakit kusta, pihaknya tidak mengisolasi pasien.

"Kami akan kembalikan kepada masyarakat dengan ragam sosialisasi agar tidak mengucilkan mereka. Kami juga meminta masyarakat untuk wajib menerapkan pola hidup sehat dan bersih agar terhindar dari penyakit menular lainnya," tutupnya. 

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017