Jumat, 22 September 2017

Warga Kabupaten Gorontalo Mengubah Eceng Gondok Menjadi Kerajinan

id Warga Gorontalo Mengubah Eceng Gondok Menjadi Kerajinan
Warga Kabupaten Gorontalo Mengubah Eceng Gondok Menjadi Kerajinan
Salah satu miniatur petani dan lahan sawah yang terbuat dari eceng gondok dan kertas korab bekas. (Foto Adiwinata)
Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Sejumlah warga di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengubah eceng gondok dan kertas koran bekas menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai ekomoni.

Berbagai produk yang dihasilkan oleh warga yang tergabung dalam LPK Isnun tersebut adalah miniatur motor, becak motor (bentor), petani, dan lahan sawah, perahu pinisi, kotak tisu, bingkai foto, dan sandal, kata Iswan Abdul Hasan Ketua LPK Isnun, di Gorontalo, Rabu.

Dia mengatakan kerajinan berbahan dasar eceng gondok dan kertas koran bekas itu dimulai sejak dua tahun lalu.

"Bahan baku eceng gondok banyak tersedia di Danau Limboto, oleh karena itu kami memanfaatkannya menjadi kerajian, selain itu kertas koran bekas juga bisa didapatkan dari kantor-kantor maupun pengumpul koran bekas," ujarnya.

Untuk harga produk yang dihasilkan dari dua bahan tersebut, Iswan mengaku harga jualnya terbilang murah, yaitu mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu perbuah.

"Seperti bingkai foto, kita jual hanya dengan harga Rp50 ribu perbuah, pembeli dapat memperoleh produk kerajinan tangan dengan harga terjangkau," ungkapnya.

Jelang Festival Pesona Danau Limboto 2017, Iswan mengaku telah berkomunikasi dengan panitia yang akan menyediakan lapak untuk produk mereka.

"Insya Allah kami akan memproduksi kerajinan kami ini dalam jumlah banyak untuk mensosialisasikan dan mempromosikan produk berbahan eceng gondok dan koran ini," pungkasnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi mereka untuk dapat lebih memasarkan dan mempromosikan produk kerajinan asli Kabupaten Gorontalo tersebut secara meluas.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga