"Alhamdulillah seluruh komponen di daerah ini bergerak menyukseskan program vaksinasi COVID-19, termasuk anggota Tagana. Pemerintah daerah sangat mensyukurinya dan menambah optimisme target realisasi program ini segera tercapai" katanya di Gorontalo, Senin.
"Salam Semangat Pagi" yang digaungkan para anggota Tagana di daerah ini, termasuk tim Kampung Siaga Bencana (KSB) diharapkan semakin menambah kepercayaan masyarakat pada pentingnya mendapatkan vaksinasi COVID-19.
Ia mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pelaksanaan program vaksinasi adalah hoaks terkait vaksin, seperti penerima vaksin dosis pertama merasa tidak perlu lagi menerima vaksin dosis kedua, akibat hoaks di beragam unggahan media sosial.
Ia menyebut terjadinya perbedaan persentase vaksinasi dosis pertama dan kedua yang cukup signifikan. Dosis pertama mencapai 39.186 sasaran atau 39,22 persen, sedangkan dosis kedua 15.553 sasaran atau 15,57 persen.
"Meskipun total penerima vaksinasi COVID-19 telah berhasil menembus 54.749 sasaran atau 54,80 persen. Namun PR (Pekerjaan Rumah) besar meningkatkan capaian dosis kedua juga tetap dilakukan," katanya.
Oleh karena itu, katanya, peran Tagana dan KSB sebagai agen vaksinasi COVID-19 ikut membantu sosialisasi itu layak diapresiasi.
Ia menyebut mereka ikut menyosialisasikan "Serbuan Vaksinasi" di daerah ini dengan mengajak masyarakat untuk tidak percaya hoaks.
Ia menyebut vaksin sebagai aman, menyehatkan, dan halal.
"Alhamdulillah kasus kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) pun tergolong ringan dan mampu ditangani oleh tim dokter yang disiapkan," katanya.
Pembina Tagana Kabupaten Gorontalo Utara Rizan Demanto mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh anggota dan KSB untuk membantu sosialisasi vaksinasi di kecamatan maupun desa yang persentase capaian vaksinasinya masih tergolong rendah.
"Kami ikut berpartisipasi membantu pemerintah daerah seperti di Kecamatan Tolinggula, agar persentase capaian vaksinasi COVID-19 terus naik," katanya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.