Gorontalo (ANTARA) - Karantina Gorontalo memastikan kesehatan hewan terjaga saat pengiriman dilakukan ke daerah tujuan, seperti saat mengirim ternak sapi ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Kami menunjukkan komitmen dalam mendukung pemenuhan kebutuhan daging dan menjaga ketahanan pangan nasional, di antaranya dengan melepas 301 ekor ternak sapi menuju Kota Tarakan dan Balikpapan melalui Pelabuhan Nusantara Kwandang," kata Kepala Karantina Gorontalo RM Ende Dezeanto di Gorontalo, Rabu.
Ia mengatakan pelepasan tersebut menandai langkah penting dalam menjaga pasokan daging berkualitas sekaligus memastikan kesehatan hewan ternak yang dilalulintaskan.
Menurutnya, pengiriman ternak sapi wajib dilakukan dengan prosedur ketat sesuai Surat Edaran Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 38 Tahun 2025 tentang Kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Kami menerapkan serangkaian tes dan biosekuriti yang ketat untuk memastikan sapi-sapi yang dikirim benar-benar sehat dan bebas dari hama penyakit hewan karantina (HPHK), terutama PMK," katanya.
Proses yang dilalui meliputi pemeriksaan fisik, uji laboratorium untuk mendeteksi Brucellosis dengan metode Rose Bengal Tes, serta uji PMK menggunakan metode Elisa NSP dan PCR.
"Seluruh ternak sapi ini berasal dari kandang rakyat yang telah ditetapkan sebagai tempat lain di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara, yang sebelumnya telah menjalani masa karantina selama 14 hari," kata Ende.
Selama masa karantina, tim Karantina Gorontalo melakukan pengamatan intensif untuk memastikan tidak ada gejala klinis penyakit yang muncul.
"Kami melakukan tindakan karantina pengasingan dan pengamatan untuk melihat perkembangan kondisi ternak sapi," katanya.
Jika setelah serangkaian uji dan pengamatan tidak ditemukan gejala klinis, maka sapi tersebut layak untuk dilalulintaskan.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap PMK meskipun kasusnya telah menurun.
"Jika menemukan gejala PMK pada ternak, seperti luka di mulut dan kaki, segera laporkan ke dokter hewan atau dinas terkait," katanya.
Peternak diharapkan terus menjaga kebersihan kandang dan menerapkan biosekuriti untuk mencegah penularan penyakit.
Dengan penerapan protokol kesehatan hewan yang ketat, Karantina Gorontalo berkomitmen terus menjaga kualitas dan kesehatan ternak sapi yang dikirim ke luar daerah.
"Kami berharap dengan upaya ini, Gorontalo dapat terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan daging nasional dengan ternak yang sehat dan berkualitas," katanya.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bangga atas keberhasilan Gorontalo sebagai salah satu lumbung ternak sapi di Indonesia.
"Pelepasan sapi ke Kalimantan adalah bukti nyata bahwa Gorontalo mampu menjadi penyedia utama kebutuhan daging nasional," katanya.
Pemprov akan terus menggenjot produksi dan pengiriman ternak sapi dari Gorontalo dengan tetap memastikan kualitas dan kesehatan hewan ternak.
"Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan perekonomian daerah dan memenuhi kebutuhan daging di wilayah lain," katanya.

