Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Peduli Kampus di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Selasa, berakhir ricuh.
Kericuhan berawal saat Koordinator Lapangan (Korlap) Front Mahasiswa Peduli Kampus IAIN Sultan Amai, Hamka Tamole membacakan tuntutan aksi mereka.
Hamka mengatakan, mereka menginginkan hak mahasiswa bidik misi yang sudah tujuh bulan belum terpenuhi segera diberikan.
"Selain itu juga adakan jas almamater dan sertifikat mahasiswa baru," ujar Hamka.
Saat sedang membacakan tuntutan aksi, tiba-tiba dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Amai, Lukman Arsyad yang berada di tempat tersebut langsung memukul Hamka.
Setelah itu, Hamka dan Lukman pun terlibat adu argumen terkait dengan persoalan yang dituntut oleh para pengnjuk rasa.
Melihat situasi semakin memanas, akhirnya satpam mengamankan Lukman Arsyad masuk kedalam ruangan dekan.
Atas insiden itu, salah seorang mahasiswa yang menjadi anggota massa aksi menjelaskan bahwa, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa dan selanjutnya akan menyegel kampus IAIN.
