Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 22 usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dinyatakan lolos pada Gebyar Kurasi UMKM dan menjadi binaan dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo pada 2025 setelah mengikuti rangkaian seleksi.
"Jadi dari awal tahun ini kita sudah melakukan rangkaian kegiatan dalam rangka pengembangan UMKM yang dimulai dari kurasi UMKM dari 121 UMKM yang lolos seleksi awal," kata Kepala KPw BI Gorontalo Bambang Satya Permana di Gorontalo, Rabu.
Setelah menjalani rangkaian proses kurasi tersebut, sebanyak 46 UMKM mencapai tahapan selanjutnya, dan hasil akhir 22 UMKM yang lolos menjadi binaan BI Gorontalo.
"Dari 22 UMKM, 20 UMKM adalah kaum perempuan atau kaum wanita. Ini menunjukkan daya juang kaum wanita dan kreativitas serta inovasi kaum wanita yang senantiasa terus berkembang, ikut serta mendorong perekonomian masyarakat di Gorontalo," ujar Bambang.
Setelah dinyatakan lolos, UMKM tersebut akan mengikuti berbagai program pengembangan UMKM dari Bank Indonesia yang bersifat menyeluruh, dari sisi hulu hingga hilir yang terbagi menjadi empat tahapan pengembangan, yakni UMKM Potensial, UMKM sukses, UMKM go digital dan UMKM go export.
UMKM Potensial memerlukan pembinaan untuk pengembangan skala usaha. UMKM sukses adalah UMKM yang skala usahanya telah meningkat dan siap untuk memperluas pasar secara daring dan akses pembiayaan.
UMKM go digital adalah UMKM yang telah melakukan pemasaran daring dan memperoleh akses pembiayaan. Sedangkan UMKM go export adalah UMKM yang telah melakukan perluasan akses pasar ekspor.
UMKM yang lolos kurasi meliputi The Young Karawo Etnik, Wien Cookies, J&g Creation, Cemilan Noami, Khalila Mandiri, Otanaha Cake & Bakery, Nouka. Teratai, Jee_cookies, Arkhan Kitchen, UMKM Gaga, Banaygo, Piluskeju_Jaya, Anthy Cookies.
Kemudian, ada Dapoer VitAkhtar, Rumah Sehat Ruqyah, Vie Cakes & Cookies, Emma’s Bakery, Dapur Fadilah, Bupelinda, Saung Teteh serta Blissfull Crumble.
Gebyar Kurasi UMKM merupakan bentuk dukungan pengembangan UMKM, meliputi proses seleksi, prakurasi, dan kurasi kepada UMKM yang memiliki keunggulan, keunikan, dan karakteristik yang dapat menjadi ciri khas daerah yang membedakan dengan produk dari daerah lain.
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026