Kota Gorontalo (ANTARA) - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo menggelar nonton bareng film 'Sayap-Sayap Patah 2' bersama pemerintah dan unsur masyarakat di Provinsi Gorontalo pada Minggu (01/06).
Ketua FKPT Gorontalo Funco Tanipu di Gorontalo, Senin mengatakan nonton bareng ini digelar dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, sekaligus penguatan kontra radikalisme kepada seluruh elemen masyarakat di Gorontalo.
"Film ini menceritakan bagaimana organisasi terorisme bekerja, dan langkah strategis Densus 88 dalam penanganannya," kata Funco.
Ia mengatakan dalam nonton bareng ini pihaknya mengundang banyak kalangan, mulai dari pemerintah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, jurnalis, serta influencer sosial media Facebook, Instagram, TikTok, maupun Youtube Gorontalo.
Dengan menonton film ini kata dia, diharapkan semua lapisan masyarakat Gorontalo mendapatkan pelajaran tentang pemahaman terkait kerawanan akan radikalisme dan terorisme, yang bisa saja terjadi dan menyebar di Gorontalo maupun di Indonesia secara keseluruhan.
Saat ini kata dia, indeks potensi radikalisme di Gorontalo berada di peringkat kedua di seluruh Sulawesi.
Hal itu patut diwaspadai dengan cara melaksanakan kegiatan sosialisasi, salah satunya yaitu dengan menonton film.
Melalui film Sayap-Sayap Patah 2 ini masyarakat diharapkan bisa memahami, bahwa paham radikalisme sangat berbahaya maupun dapat merusak generasi dan bangsa.
Selain itu, masyarakat akan lebih paham cara kerja terorisme dalam menjalankan misinya, sehingga memiliki pengetahuan dalam memproteksi tindakan maupun perilaku yang mengarah pada perbuatan teror.
Dalam film ini, kata dia, masyarakat dapat mengetahui bagaimana perjuangan para anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri dalam mencegah dan menanggulangi terorisme di Indonesia.
"Kami berharap dengan film Sayap-Sayap Patah 2 ini, bisa memberikan pemahaman kepada semua lapisan masyarakat di Gorontalo, bahwa paham radikal sangat berbahaya, dan bagaimana upaya seluruh pihak terkait dalam rangka penanganannya," imbuhnya.*
Pewarta: Zulkifli PolimengoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.