Kota Gorontalo (ANTARA) - Komunitas Ojek Online (Ojol) dan Mahasiswa gabungan dari berbagai jurusan di Universitas Negeri Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa (unras) untuk meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatannya.

Ketua Konunitas Ojol becak motor (bentor) Provinsi Gorontalo Iwan dalam orasinya di depan rumah dinas Gubernur Gorontalo, Jumat, menilai Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo gagal membina institusi pengayom masyarakat tersebut.

"Dalam aksi unjuk rasa di Jakarta kemarin, sejumlah oknum Polisi melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan satu orang pengemudi ojol meninggal dunia," kata Iwan.

Hal itu yang memicu kemarahan seluruh komunitas ojol di Provinsi Gorontalo, sehingga warga tidak percaya lagi dengan Polri dan menilai bahwa Kapolri tidak becus memimpin organisasi tersebut.

Menurutnya perilaku tersebut bertentangan dengan tugas polri yang seharusnya melindungi warga yang sedang berunjuk rasa.

Dengan menilai buruk dan gagalnya kepemimpinan Kapolri saat ini, maka komunitas ojol di Provinsi Gorontalo meminta Gubernur Gorontalo dan DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan aspirasi masyarakat dan mahasiswa di Provinsi Gorontalo ke pemerintah pusat untuk segera mencopot Kapolri dari jabatannya.

Tuntutan yang sama juga ditujukan kepada Gubernur Gorontalo dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo.

Jika aspirasi tersebut tidak ditanggapi, maka massa aksi meminta keduanya juga mengundurkan diri dari jabatan sebagai pimpinan daerah.

"Kita tidak akan tinggal diam dan ini adalah hak kita sebagai warga negara yang layak mendapatkan kemerdekaan secara utuh. Apabila aspirasi kami tidak dipenuhi, maka kami akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak, sampai aspirasi ini tercapai," imbuhnya.

Saat ini situasi di kediaman rumah dinas Gubernur Gorontalo masih berlangsung kondusif.

Massa aksi akan kembali menggelar unjuk rasa di rumah dinas Gubernur Gorontalo pada Senin (1/9), untuk menagih janji dari pemerintah terkait aspirasi yang disampaikan hari ini.



Pewarta: Zulkifli Polimengo
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026