Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyampaikan perdagangan antara Indonesia dan Chile terus meningkat sejak Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA) diberlakukan.
Dalam Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Jakarta, Senin, Roro mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Chile terus meningkat, terutama di bidang perdagangan dan investasi. Peningkatan ini terlihat dari bertambahnya nilai ekspor kedua negara setelah adanya kerja sama.
"Implementasi Indonesia-Chile CEPA telah membawa manfaat nyata, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan rata-rata perdagangan bilateral tahunan dari sekitar 304 juta dolar AS sebelum perjanjian, menjadi 446 juta dolar AS pada periode pasca-implementasi," ujar Roro.
Implementasi IC CEPA sendiri dilaksanakan pada 2019. Namun awal tahun ini, Indonesia telah meratifikasi Protokol Perdagangan dan Jasa di bawah IC-CEPA.
Menurutnya, hal ini menjadi babak baru dalam kemitraan kedua negara untuk memperluas kerja sama di luar barang dan jasa, sebagai pilar penting kerja sama ekonomi.
Protokol ini membuka peluang dan sektor yang lebih luas seperti arsitektur, teknik, konstruksi, telekomunikasi, distribusi, pariwisata, konektivitas, energi, mineral dan pertumbuhan berkelanjutan
"Indonesia sangat terbuka untuk melihat bagaimana kita dapat berkolaborasi lebih lanjut. Hal ini juga mempertimbangkan tujuan kami untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua," kata Roro.S
Sementara itu, ProChile atau badan promosi ekspor Chile menyampaikan pertemuan antara para penyusun kebijakan dan pemimpin perdagangan kedua negara in bertujuan untuk memperdalam kerja sama bilateral, mengeksplorasi potensi kolaborasi baru, serta menegaskan peran kepercayaan, kualitas dan inovasi dalam diplomasi ekonomi.
General Director ProChile Ignacio Fernández mengatakan memperkuat perdagangan dengan negara-negara ASEAN, khususnya dengan Indonesia, merupakan prioritas utama, mendiversifikasi pasar ekspor, terutama untuk produk pangan yang sehat, aman, dan diproduksi secara berkelanjutan, wine berkualitas tinggi, hingga meluas ke sektor jasa, teknologi, dan seni.
"Saat ini, negara-negara ASEAN menerima kurang dari 2 persen dari total ekspor kami. Untuk Indonesia, nilai ekspor kami mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS pada tahun 2024. Kami yakin hubungan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang," terang Ignacio.
Total nilai perdagangan Indonesia-Chile periode Januari-Maret 2025 sebesar 120,2 juta dolar AS, meningkat 8,67 persen dari periode yang sama tahun 2024 sebesar 110,5 juta dolar AS.
Sementara pada 2024, total nilai perdagangan Indonesia-Chile tercatat sebesar 471,9 juta dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia ke Chile sebesar 337,6 juta dolar AS dan impor sebesar 135,5 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia surplus neraca perdagangan terhadap Chile sebesar 201,9 juta dolar AS.
Produk utama Indonesia yang diekspor ke Chile, antara lain, kendaraan bermotor lainnya, alas kaki, serta kertas dan kertas karton yang tidak dilapisi. Sedangkan produk yang diimpor Indonesia dari Chile, antara lain, tembaga murni dan paduan tembaga tidak ditempa, bubur kayu, ikan beku, kayu yang digergaji, dan pati Inulin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendag: Perdagangan dengan Chile naik setelah CEPA
Pewarta: Maria Cicilia Galuh PrayudhiaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026