Gorontalo (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, memperluas kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Rencana Kerja (NKRK).

"NKRK adalah tentang program jaminan kesehatan daerah terintegrasi jaminan kesehatan nasional," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo Djamal Adriansyah di Gorontalo, Sabtu.

Menurutnya sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberikan jaminan kesehatan melalui program JKN bagi masyarakat di Gorontalo Utara, pihaknya bersama pemerintah daerah setempat, menandatangani NKRK.

Penandatangan ini berlangsung bersamaan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Pariwisata yang bertajuk 'Tourism and Sustainable Transformation for Gorontalo Utara Bercahaya', yang berlangsung di rest area Pontolo Indah, Kecamatan Kwandang.

Djamal menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut, apalagi pemerintah daerah berhasil mengintegrasikan isu pariwisata, lingkungan dan kesehatan ke dalam satu rangkaian kegiatan.

Menurutnya Universal Health Coverage (UHC) atau perluasan kepesertaan JKN, bukan sekadar pencapaian angka, melainkan bentuk nyata hadirnya negara dalam melindungi masyarakat.

"Dengan adanya NKRK ini, langkah-langkah kita dalam memperluas kepesertaan JKN semakin terarah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan seluruh penduduk Gorontalo Utara dapat terlindungi, serta kesehatan yang terjamin akan mendukung transformasi berkelanjutan di daerah," katanya.

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengatakan daerah itu memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Namun dalam kondisi keterbatasan anggaran, diperlukan strategi yang cerdas dan kolaborasi.

"Kita memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo, sepanjang 317 kilo meter, didukung potensi pariwisata yang sangatlah bagus. Sehingga dalam kondisi anggaran terbatas, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor," katanya.

Oleh karena itu, dengan pendekatan satu kegiatan yang mencakup semuanya (one event for all), penandatanganan NKRK pun digelar di kawasan tersebut.

NKRK yang ditandatangani meliputi sejumlah agenda strategis, seperti pemutakhiran data kepesertaan, percepatan pendaftaran peserta baru, peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan, serta penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta JKN.

Upaya ini sejalan dengan tujuan besar pemerintah daerah yang ingin memastikan seluruh masyarakat terlindungi, khususnya kelompok rentan non penerima bantuan iuran (PBI).

Data terakhir menunjukkan, cakupan kepesertaan JKN di Gorontalo Utara mencapai 99,8 persen dari total penduduk.

Dengan adanya kolaborasi ini, pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan berupaya menutup kesenjangan yang tersisa sehingga Gorontalo Utara dapat mempertahankan status UHC.

Thariq mengatakan rangkaian kegiatan tersebut, tidak hanya meneguhkan komitmen pada bidang kesehatan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pembangunan pariwisata, pelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat bisa berjalan beriringan.

Momentum peringatan Hari Pariwisata Sedunia pun menjadi pengingat bahwa transformasi berkelanjutan hanya bisa diwujudkan melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026