Gorontalo (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo melalui Tim Kerja Kefarmasian, Alat Kesehatan (Alkes) dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), mendistribusikan secara berkala keperluan obat, vaksin, dan perbekalan kesehatan lainnya, ke Instalasi Farmasi kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
Ketua Tim Kerja Kefarmasian, Alkes dan PKRT Dinkes Provinsi Gorontalo Dharmayanti Polapa di Gorontalo, Selasa, mengatakan distribusi ini rutin dilakukan setiap awal bulan ke Instalasi Farmasi kabupaten/kota, sebelum kemudian masing-masing daerah mendistribusikan obat dan vaksin tersebut ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FPKTP), terutama puskesmas di wilayah kerjanya.
Menurutnya, tiga aspek penting dalam proses distribusi obat yakni ketersediaan dan aksesibilitas, penerapan standar, serta pengelolaan rantai dingin.
Proses distribusi diawali dengan surat permintaan dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Berdasarkan surat tersebut, Instalasi Farmasi Provinsi Gorontalo melakukan pengeluaran obat dengan mempertimbangkan stok penyangga agar ketersediaan di tingkat provinsi tetap aman.
"Proses distribusi ini dilakukan dengan tetap mengedepankan koordinasi dengan pengelola program dan pengelola farmasi kabupaten/kota. Realokasi dimungkinkan agar tidak ada stok obat yang bertumpuk di satu daerah sementara daerah lain memerlukannya," kata Dharmayanti.
Seluruh proses distribusi dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) baik di Instalasi Farmasi provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota untuk memastikan mutu obat tetap terjaga.
Khusus untuk vaksin yang memerlukan penanganan khusus, kata dia, penerapan rantai dingin (cold chain) menjadi prioritas utama.
Melalui prosedur validasi suhu, lanjutnya, dipastikan vaksin tetap berada dalam suhu penyimpanan ideal, yakni 2 hingga 8 derajat Celsius untuk suhu dingin dan -25 derajat Celsius hingga -10 derajat Celsius untuk suhu beku.
Selain distribusi Tim Kerja Kefarmasian juga memonitor ketersediaan obat di instalasi farmasi kabupaten/kota guna memastikan pemenuhan 40 jenis obat indikator sebagai obat esensial dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
"Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan obat di instalasi farmasi kabupaten/kota sejak awal tahun 2025 berangsur meningkat dan sejak bulan Mei seluruh daerah telah mencapai lebih dari 80 persen, atau melebihi target nasional sebesar 65 persen," katanya.
Melalui kegiatan distribusi dan pemantauan yang berkesinambungan ini, pihaknya memastikan ketersediaan, keterjangkauan, serta mutu obat dan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan tetap terjamin, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Gorontalo.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.