Jakarta (ANTARA) - Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menjalani akhir pekan yang sangat menyenangkan setelah melibas seri Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat.
Verstappen mula-mula meraih pole position dalam kualifikasi sprint race GP Amerika Serikat, yang kemudian selang sehari langsung mengamankan kemenangan sprint race GP Amerika Serikat.
Dominasi Verstappen terus berlanjut pada balapan yang berlangsung di Circuit of The Americas (COTAS), Senin pagi WIB, setelah tampil dari pole position, posisi pembalap asal Belanda tersebut tak tersentuh oleh para pesaingnya.
Kemenangan mutlak pembalap jawara dunia empat musim terakhir ini pun tercipta. Verstappen tak hanya mendapatkan poin penuh yakni 34 poin di GP Amerika Serikat, tapi menunjukkan bahwa dirinya adalah raja di lintasan Austin setelah menyelesaikan balapan dengan catatan sempurna yakni menjuarai sprint race dan balapan utama.
Dengan solidnya performa Verstappen yang kian moncer beradaptasi dengan RB21, tentu akan menjadi ancaman yang sangat nyata terutama bagi duo McLaren Oscar Piastri dan Lando Norris yang kini tengah memimpin perebutan gelar juara dunia.
Oscar Piastri yang memimpin klasemen sementara dengan torehan 346 poin, masih begitu kesulitan untuk menemukan kembali performa terbaiknya setelah gagal finis (DNF) di sprint race Amerika Serikat dan finis di urutan kelima balapan utama GP Amerika Serikat.
Pembalap Australia ini kini memasuki masa yang sulit setelah selisih poinnya lambat laun terkikis bahkan oleh pesaing terdekatnya yakni rekan setim Lando Norris.
Setelah mengakhiri GP Singapura dengan isu internal antara Piastri dengan Norris, McLaren menatap GP Amerika Serikat kurang menjanjikan. Norris bernasib sial seperti Piastri setelah gagal finis (DNF) pada sprint race karena terlibat kontak dengan pembalap Kick Sauber Nico Hulkenberg.
Namun di balapan utama, Norris mencoba untuk bisa memperbaiki performanya dengan mengamankan podium kedua dan membuatnya kini menempati peringkat kedua dengan koleksi 332 poin atau selisih 18 poin dari Piastri.
Sedangkan sang jawara bertahan, Verstappen kini berada di urutan ketiga klasemen sementara dengan mengantongi 306 poin atau selisih 40 poin dari sang pemuncak klasemen.
Meski selisih 40 poin, performa Verstappen dalam lima seri terakhir seakan menjadi teror untuk duo McLaren, Piastri dan Norris yang justru tampil cukup kesulitan untuk bisa tetap konsisten mendapatkan poin maksimal pada setiap seri yang dilakoni, terlebih mereka kini membutuhkan poin-poin krusial untuk tetap dalam persaingan menuju gelar juara dunia.
Konsistensi Verstappen
Kehadiran kepala tim baru di Red Bull Laurent Mekies menjadi angin segar khususnya untuk Verstappen yang sempat terseok-seok dalam beberapa seri di awal musim ini.
Sentuhan dari Mekies mulai terlihat bagi tim yang bermarkas di Austria ini setelah jeda musim panas.
Verstappen mencatatkan persentase 89 persen dari total poin yang diperebutkan pada lima seri setelah jeda musim panas.
Dalam seri Belanda, Italia, Azerbaijan, Singapura, dan Amerika Serikat yang telah dijalani, Verstappen total telah mengoleksi 119 poin dan hanya kehilangan 14 poin untuk mencapai angka maksimal dari kemungkinan poin yang diperebutkan.
Verstappen tak pernah absen dari podium pada lima seri terakhir dengan mencatatkan tiga kemenangan (seri Italia, Azerbaijan, dan Amerika Serikat) dan dua kali memperoleh podium kedua (seri Belanda dan Singapura).
Konsistensi yang ditunjukkan oleh pembalap berusia 28 tahun ini tentu membangkitkan asa untuknya maupun Red Bull merebut kembali gelar juara dunia yang sebelumnya sempat terkubur setelah performa yang inkonsisten sebelum jeda pertengahan musim.
"Kemungkinannya (juara) pasti ada. Kami hanya perlu mencoba untuk menjalani akhir pekan ini dengan baik sampai akhir tahun, jadi ya, setidaknya kami akan mencoba apapun yang kami bisa," kata Verstappen.
Perang urat saraf di garasi
McLaren telah mengamankan gelar juara tim konstruksi ketika memasuki seri ke-18 tepatnya di GP Singapura yang berlangsung di Marina Bay Street Circuit (5/10).
Keberhasilan tersebut menjadikan McLaren meraih gelar tim konstruksi dalam dua musim beruntun, sekaligus menunjukkan dominasi mereka musim ini meski masih menyisakan total enam seri balapan.
"Pepaya", sebutan untuk McLaren, juga menempati urutan kedua tim tersukses dengan menorehkan total sepuluh kali juara tim konstruksi atau tepat berada di belakang Ferrari yang telah mengantongi total 16 gelar juara.
Kemenangan gelar tim konstruksi dari tim berwarna oranye ini akan lengkap jika bisa mengantarkan salah satu dari pembalapnya baik Piastri maupun Norris menjadi jawara dunia musim ini.
Pasalnya McLaren belum pernah mengantarkan pembalapnya juara dunia sejak terakhir kali pada tahun 2008 mampu membawa Lewis Hamilton juara dunia untuk pertama kalinya.
Setelah keajaiban Lewis Hamilton yang secara dramatis menggeser posisi teratas dari Timo Glock pada seri terakhir grand prix Brasil, McLaren pun kehilangan daya magisnya meski terus melakukan pengembangan hingga tampil sebagai sosok yang mendominasi tim konstruksi.
Ambisi tersebut mulanya kembali muncul pada musim 2024 ketika Lando Norris berada dalam lintasan gelar juara dunia, tapi persaingan tersebut kandas setelah Verstappen tak terbendung dan sekaligus mengamankan gelar juara duniannya yang kelima.
Kini dengan performa dari Piastri dan Norris yang jauh lebih konsisten dan dewasa dari musim sebelumnya, Kepala Tim McLaren Andrea Stella yakin bahwa gelar juara dunia musim ini ada ditangan McLaren.
"Kami hanya perlu untuk terus memaksimalkan kinerja dan terus mengeksekusi akhir pekan yang baik... Hasil dari musim ini dan juara dunia pembalap berada di tangan kami, bukan di tangan orang lain. Itulah pola pikir yang ingin kami miliki dan itulah pola pikir yang akan kami miliki," ujar Stella.
Stella mengaku bahwa Verstappen merupakan ancaman yang sangat serius untuk timnya musim ini dalam perebutan persaingan gelar juara dunia.
"Kami tahu bahwa ketika Max memiliki materi untuk menang, ia menjadi kandidat yang sangat serius untuk menang. Jadi, itu tidak mengubah pemahaman kami tentang situasi ini, itu tidak mengubah apa yang kami lakukan," ungkap Stella.
Di garasi Red Bull keyakinan untuk membawa Verstappen memecahkan rekor sebagai pembalap yang meraih gelar juara dunia selama lima musim beruntun terus menggelora.
Laurent Mekies yakin bahwa Verstappen akan bisa memberikan keajaiban dengan menjuarai pembalap musim ini. Mekies mengapresiasi langkah Verstappen yang mau untuk terlibat sangat jauh dalam proyek pengembangan yang dilakukan Red Bull sehingga membuahkan hasil yakni konsistensi yang ditunjukkan oleh tim ini selama lima seri terakhir.
"Kalian harus tahu kami tidak memisahkan Max, mobil dan tim. Ini adalah satu grup dan, seperti yang kami katakan, Max tidak duduk di luar proyek, menonton proyek, dialah pusat proyek tersebut," ujar Mekies.
Gelar juara dunia kini akan ditentukan oleh pembalap yang mampu konsisten dalam lima seri balapan terakhir yakni pada seri Meksiko, Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.
Terdekat persaingan menuju gelar juara akan berlangsung di seri Meksiko tepatnya di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Senin pagi pukul 03.00 WIB (27/10).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Teror Max Verstappen ke duo McLaren, Oscar Piastr,i dan Lando Norris
