Gorontalo (ANTARA) - Akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan program nasional pemerintah, dinilai menjadi titik awal memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo.
Area Head Bank Mandiri Sulawesi Utara dan Gorontalo Darojat Wirabuana di Kota Gorontalo, Selasa mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah terkait dalam upaya memajukan perekonomian dan kesejahteraan, khususnya UMKM Gorontalo.
"Jadi hari ini, kami dipilih oleh Pemerintah untuk bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal melaksanakan akad massal KUR yang dilakukan secara serentak se-Indonesia," ucap dia.
Ia menjelaskan, kegiatan itu diikuti oleh sekitar 800 ribu nasabah KUR secara Nasional, dengan 3.000 peserta hadir langsung di lokasi pusat acara dan 797 ribu lainnya secara daring.
"Mari kita jadikan kegiatan akad massal ini sebagai awal gerakan bersama membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing di Gorontalo," ajak dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge di Kota Gorontalo, mengatakan sebanyak 9.158 debitur dari lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Gorontalo menerima KUR tersebut.
"Penerima KUR tersebut dari berbagai usaha seperti bengkel, sembako, produksi batako, rumah makan, kios, perlengkapan rumah tangga, perdagangan campuran, dan lainnya," ujar dia.
Ia mengatakan nilai kredit untuk penerima bantuan KUR di Provinsi Gorontalo sebesar Rp454 miliar. Angka ini merupakan salah satu nilai terkecil di Indonesia dibandingkan daerah lain yang sudah mencapai Rp1 triliun.
