Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar berharap pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama dapat menjadi solusi nyata bagi pengembangan pesantren di Indonesia.
“Termasuk dalam aspek infrastruktur, kelembagaan, dan pemberdayaan ekonomi santri. Ini momentum penting agar pesantren makin berdaya dan berdikari,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, kamis.
Selain itu, dia berharap kehadiran Ditjen Pesantren Kemenag dapat membuat pesantren menjadi mercusuar peradaban, lokomotif kemajuan bangsa, serta melahirkan generasi pemimpin Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, dia mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren Kemenag oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti kepedulian negara terhadap pesantren.
Ia juga mengatakan pembentukan ditjen tersebut menunjukkan pesantren sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional, dan sumber kekuatan sosial bangsa.
“Terima kasih Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan Ditjen Pesantren. Sebuah langkah bersejarah dan kado istimewa bagi seluruh santri Indonesia pada momentum Hari Santri Nasional 2025,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (22/10), mengabarkan Presiden Prabowo menyetujui pembentukan Ditjen Pesantren Kemenag.
Pada kesempatan berbeda, Juru Bicara Presiden sekaligus Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren Kemenag dikarenakan Presiden Prabowo sangat menaruh perhatian terhadap pesantren.
“Presiden sangat concern (peduli, red.) dalam hal pondok pesantren ini untuk beberapa hal," kata Prasetyo dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/10).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PM harap pembentukan Ditjen Pesantren Kemenag jadi solusi nyata
