Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo meningkatkan produksi ternak sapi dengan menggenjot program inseminasi buatan mulai 2026.
"Kita menindaklanjuti perjanjian kerja sama jual beli sapi dengan Provinsi Kalimantan Timur. Oleh karena itu, produksi sapi di daerah ini harus terus ditingkatkan," kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Gorontalo, Rabu.
Menurut dia, strategi itu dilakukan pemerintah provinsi, guna meningkatkan produksi di tengah minimnya anggaran untuk pengadaan sapi.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, ia mengatakan jumlah pengadaan sapi tahun 2025 hanya sebanyak 900 ekor.
"Saya baru kembali dari Samarinda, Kalimantan Timur, menandatangani perjanjian kerja sama untuk pasar sapi dari Gorontalo. Ini kesempatan emas bagi kita. Tapi tahun ini pengadaan sapi hanya sedikit, cuma sekitar 900 ekor karena ada pemotongan anggaran dari pusat," kata Gusnar.
Berdasarkan kondisi itu, ia mengatakan mulai 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengembangkan sapi melalui program inseminasi buatan, dengan tujuan mempercepat sapi bunting dan beranak.
"Jadi kita tidak menunggu kapan waktunya sapi mau beranak. Tetapi pada saat sapi betina sudah birahi, langsung kita suntik dengan IB (inseminasi buatan) sehingga cepat bunting dan beranak. Kita akan programkan IB ini untuk 10 ribu ekor sapi,” kata Gusnar.
Lebih lanjut ia mengatakan untuk mendukung penjualan sapi dari Gorontalo ke Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat kapal khusus ternak dari Kementerian Perhubungan.
Kapal itu, lanjutnya, direncanakan akan mengangkut sapi dari Gorontalo ke Kalimantan Timur sekali dalam sebulan.
“Jadi ini peluang besar untuk masyarakat beternak sapi. Pemerintah akan bantu dengan inseminasi buatan. Ini semua kami lakukan untuk membantu peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar dia.
