Gorontalo (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi Provinsi Gorontalo pada 2025 diperkirakan mencapai 54.150 hektare, mengalami kenaikan sebesar 7.190 hektare atau 15,32 persen dibandingkan luas panen padi pada 2024 yang mencapai 46.950 hektare.
"Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area (KSA), puncak panen padi pada 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen mencapai 8.570 hektare," ucap Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti di Gorontalo, Rabu.
Untuk puncak panen padi pada 2024, kata dia, terjadi pada bulan September dengan luas panen 11.490 hektare. Realisasi panen padi sepanjang Januari − September 2025 seluas 46.710 hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 7.160 hektare atau 18,09 persen dibandingkan Januari − September 2024 yang mencapai 39.560 hektare.
"Sementara itu, potensi luas panen padi pada Oktober − Desember 2025 diperkirakan sekitar 7.430 hektare," ujar Dwi.
Dengan demikian, total luas panen padi pada 2025 diperkirakan 54.150 hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 7.190 hektare (15,32 persen) dibandingkan luas panen padi pada 2024 yang sebesar 46.950 hektare.
Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi gabah kering giling (GKG) tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.
Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi GKG terendah yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Bone Bolango.
"Seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan produksi padi pada 2025. Namun, terdapat kabupaten/kota yang mengalami peningkatan produksi padi cukup besar, misalnya Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango," ujar dia.
