Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melakukan pertemuan dengan sejumlah karyawan tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri Tolangohula yang menyampaikan aspirasinya di rumah jabatan gubernur di Kota Gorontalo.
Juru bicara gubernur Alvian Mato di Gorontalo, Sabtu mengatakan kedatangan para pekerja tersebut disambut baik oleh gubernur.
"Mereka datang bertemu langsung pak gubernur, untuk menyampaikan kegelisahan atas masa depannya di PT PG Tolangohula. Para pekerja khawatir, ancaman pencabutan izin perusahaan akibat sanksi peringatan pertama yang dilayangkan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan berdampak pada nasib mereka dan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup di sektor tersebut," kata Alvian.
Sanksi tersebut terkait dengan penerapan harga beli tebu yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menanggapi kekhawatiran para pekerja itu, gubernur menjelaskan kata Alvian bahwa pemerintah telah membuka ruang rembuk antara perusahaan dan masyarakat. Bahkan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian telah datang langsung untuk memediasi persoalan harga tebu antara petani dan pihak perusahaan.
“Masalah PT PG Tolangohula sudah menemukan titik temu. Hanya tinggal menyelaraskan serta mematuhi soal ketentuan harga pokok penjualan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Bapak Gubernur yakin hal ini bisa segera diselesaikan,” kata Alvian.
Ia mengatakan Gubernur Gusnar menegaskan bahwa posisi masyarakat dan perusahaan sama-sama strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya pemerintah hadir sebagai penyeimbang untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.
“Pemerintah menempatkan masyarakat dan perusahaan dalam posisi yang sama penting. Sekarang yang dibutuhkan adalah kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan,” katanya pula.
