Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gorontalo bersama Loka Latihan Kerja (LLK) UKM menjalankan program pelatihan kemandirian untuk membekali 80 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan yang produktif saat kembali ke masyarakat nanti.
Kepala Lapas Kelas II A Gorontalo Sulistyo Wibowo di Gorontalo, Senin mengatakan pihaknya memberikan hak setiap warga binaan pemasyarakatan melalui pembinaan kemandirian dan kepribadian.
"Nah untuk program yang dijalankan saat ini kami fokus kepada kegiatan pembinaan kemandirian. Di sini Lapas wajib memberikan pelatihan keterampilan, sebagai bekal mereka setelah bebas," ucap dia.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan oleh instruktur ahli dari Loka Latihan Kerja (LLK) UKM, Dinas Kelautan Perikanan hingga Dinas Pertanian Kota Gorontalo.
Sulistyo menjelaskan, pelatihan keterampilan produktif yang diberikan meliputi membuat kue, menjahit, pengelasan dan pertanian.
"Hal ini sesuai dengan Astacita dan program akselerasi dari Kementerian, yaitu memberikan pelatihan keterampilan bagi narapidana," kata dia lagi.
Menurut Kepala Lapas Gorontalo, hasil dari pelatihan pengelasan seperti rak buku dan meja, dapat dipasarkan melalui e-katalog dan dipamerkan melalui galeri.
Sejumlah warga binaan pemasyarakatan menyambut baik program pelatihan produktif yang dibagi menjadi beberapa kelompok dan menghadirkan instruktur ahli tersebut.
Menurut mereka, program itu menjadi modal keterampilan untuk memulai usaha untuk kehidupan baru yang lebih bermakna, ketika selesai menjadi masa pidana dan kembali di lingkungan masyarakat nanti.
