Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meyakini penempatan dana atau saldo anggaran lebih (SAL) yang dialokasikan pemerintah kepada perseroan sebesar Rp55 triliun bisa terserap penuh sebagai kredit pada November 2025.
“Selesai, bulan ini selesai (penyerapan dana SAL selesai November 2025),” kata Direktur Operations BNI Ronny Venir menjawab pertanyaan media usai kegiatan edukasi keuangan bagi PMI di Jakarta, Senin.
Ketika ditanya mengenai potensi penambahan dana SAL sebagaimana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mengajukan tambahan injeksi, Ronny mengatakan bahwa penambahan dana tersebut bergantung keputusan dari pemerintah.
“Nanti tergantung ketersediaan dari pemerintah,” kata dia.
Ronny mengatakan, perseroan juga mendukung beragam program pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), makan bergizi gratis (MBG), dan lainnya yang tetap potensial untuk penyaluran kredit sehingga memang dibutuhkan likuiditas.
“Masih banyak program-program pemerintah seperti KDMP, makan bergizi gratis, dan sebagainya, itu tentu saja butuh likuiditas,” kata Ronny.
Pada September 2025, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menempatkan dana pemerintah dengan total nilai Rp200 triliun kepada empat bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Rinciannya, BRI, Bank Mandiri dan BNI masing-masing mendapatkan dana senilai Rp55 triliun, sementara BTN senilai Rp25 triliun dan BSI senilai Rp10 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/11), menyatakan penempatan SAL Rp200 triliun tersebut membuat likuiditas perekonomian meningkat.
Hal itu, catat Purbaya, dibuktikan dengan pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Likuiditas perekonomian juga meningkat sejalan dengan kebijakan moneter longgar dan ekspansi likuiditas, dengan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai 8,0 persen (yoy) pada September 2025, lebih tinggi dibandingkan 6,5 persen (yoy) pada Juni 2025.
Sementara itu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam “Economic Outlook: Tahun 2026, Tahun Ekspansi”, Rabu (5/11), mengungkapkan bahwa Himbara telah merealisasikan serapan SAL sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025.
Menurut Febrio, BRI dan Bank Mandiri telah menyalurkan dana 100 persen, dan mereka telah mengajukan tambahan injeksi dana.
Febrio juga mengatakan bahwa injeksi dana pemerintah berperan dalam menurunkan cost of fund perbankan berkat bunga yang lebih rendah, sehingga mendorong bank untuk menyalurkan kredit dengan cepat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNI yakin dana SAL Rp55 T terserap penuh sebagai kredit pada bulan ini
Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.