Gorontalo (ANTARA) - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil masuk posisi pada klaster mandiri berdasarkan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG Prof. Lanto Ningrayati Amali di Gorontalo, Jumat mengatakan klaster mandiri merupakan kategori tertinggi dalam klasterisasi perguruan tinggi.
Ia menjelaskan keberhasilan UNG meraih klaster mandiri merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh civitas akademika. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi UNG dalam memperkuat mutu dan produktivitas riset serta kontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat.
"Pencapaian ini tidak terlepas dari dedikasi dan konsistensi akademisi UNG dalam memperkuat mutu dan produktivitas riset serta kontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat," ucap dia.
Rektor UNG Prof Eduart Wolok menyambut gembira capaian tersebut dan menyebutnya sebagai bukti nyata meningkatnya kinerja tridharma perguruan tinggi. Masuknya UNG di klaster mandiri adalah wujud nyata komitmen Kampus Kerakyatan untuk terus unggul dan berdaya saing.
"Ini membuktikan bahwa dosen dan mahasiswa UNG tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan masyarakat melalui penelitian dan kegiatan pengabdian," ujar Rektor.
Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi UNG untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi. Ke depan, UNG akan semakin fokus dalam mendorong riset-riset kolaboratif, pengembangan teknologi tepat guna, serta pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat untuk mendukung kemajuan daerah dan bangsa khususnya pengembangan masyarakat berbasis kawasan Teluk Tomini.
Klasterisasi perguruan tinggi tahun 2026 kata dia, didasarkan pada hasil olahan data kinerja perguruan tinggi berbasis SINTA untuk periode Tahun 2022 hingga 2024.
Data kinerja yang diperhitungkan merupakan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh verifikator Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) masing-masing perguruan tinggi, meliputi komponen: penulis, afiliasi, artikel, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kekayaan intelektual, dan buku.
