Gorontalo (ANTARA) - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo mengundang pihak terkait dalam pengelolaan objek wisata Pantai Minanga di Desa Kota Jin Utara, Kecamatan Atinggola.
"Kami menggelar rapat menghadirkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membicarakan terkait pengelolaan wisata di Pantai Minanga yang cukup populer," kata anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara Windra Lagarusu di Gorontalo, Senin.
Pihaknya, kata Windra, berusaha menggali lebih dalam inti dari persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata tersebut.
"Apakah dikarenakan tidak optimalnya penyetoran hasil dari retribusi kunjungan wisatawan, atau kah ada persoalan lain," kata Windra.
Ia selaku sekretaris komisi mengatakan, persoalan kerja sama yang ditandatangani oleh pihak BUMDes dan pemerintah daerah setempat, tentu ada klausul-klausul yang menurut salah satu pihak tidak sesuai harapan mereka.
"Petugas dari pungutan retribusi disebut tidak maksimal bekerja karena memang gaji dan biaya operasional tidak sesuai dengan harapan mereka," kata Windra.
Ia menambahkan, ada beberapa fasilitas yang sudah tidak layak dan harus diperbaharui untuk pengelolaan peningkatan layanan objek wisata Minanga.
"Kalau hari ini seluruh persoalan diselesaikan maka Insya Allah akan menjadi salah satu pendorong meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari retribusi. Namun perjanjian kerja sama itu telah berakhir pada 24 Oktober 2025," katanya.
Sehingga masa transisi ini pemerintah daerah menugaskan pemerintah kecamatan dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mengelola tempat wisata tersebut.
Komisi III DPRD Gorontalo Utara berharap kerja sama yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama BUMDes betul-betul kerjasama dan bisa mewakili rasa keadilan dari masing-masing pihak.
Seluruh klausul yang ada pun diharapkan harus diperbaiki sehingga sama-sama menguntungkan sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Objek wisata ini menjadi sumber daya alam pemberian Tuhan yang harus dijaga dan dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah dan masyarakatnya.
Sebab, kata Windra, hasil yang diperoleh pasti untuk memajukan pembangunan daerah dan menyejahterakan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gorontalo Utara Robin Daud mengatakan, melalui perencanaan dan pengelolaan yang tepat, pihaknya optimistis salah satu objek wisata unggulan tersebut, bisa diminati pengunjung dengan peningkatan jumlah pengunjung setiap pekan.
