Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo memaparkan beberapa temuan hasil pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025.
Anggota Bawaslu Gorontalo Utara Fadli Bukoting di Gorontalo, Selasa mengatakan hasil pengawasan tersebut telah dipaparkan melalui Rapat Koordinasi Pengawasan PDPB yang digelar di lingkungan Bawaslu Gorontalo Utara, menghadirkan beberapa pemangku kepentingan terkait.
Fadli mengatakan pihaknya telah melaksanakan uji petik data pemilih berkelanjutan pada tanggal 19 hingga 21 November 2025.
Uji petik tersebut dilakukan dengan mengambil sampel pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Atinggola, Gentuma Raya dan Tomilito.
"Uji petik kami lakukan untuk memastikan keakuratan data pemilih. Dari hasil pengawasan tersebut, kami menemukan adanya pemilih baru yang pindah masuk, pemilih yang mengalami perubahan status dari masyarakat sipil menjadi anggota TNI, serta data pemilih yang telah meninggal dunia," kata Fadli.
Ia mengatakan seluruh temuan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam memastikan kualitas dan validitas data pemilih di masa bukan tahapan.
Menurutnya hasil pengawasan dengan metode uji petik ini akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
"Seluruh hasil temuan dan analisis dari pengawasan PDPB ini akan kami sampaikan kepada KPU Gorontalo Utara melalui saran perbaikan, lengkap dengan seluruh dokumen pendukungnya. Harapan kami, perbaikan ini dapat membantu memastikan daftar pemilih yang lebih akurat dan mutakhir,” katanya pula.
Bawaslu Gorontalo Utara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan melekat terhadap PDPB sebagai langkah penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu di daerah.
