Gorontalo (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo berhasil memperjuangkan percepatan kegiatan normalisasi sungai di antaranya di Wilayah Kecamatan Anggrek.
"Alhamdulillah pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo telah menerima kami, termasuk pengajuan usulan untuk kegiatan normalisasi sungai dalam bentuk kegiatan pengerukan sungai di Wilayah Kecamatan Anggrek," kata anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara Lukum Diko di Gorontalo, Minggu.
Ia mengatakan didampingi Kepala Bappeda Gorontalo Utara Helmi Potutu, pihaknya melakukan pertemuan langsung dengan pihak BWS Sulawesi II Gorontalo.
Hasilnya kata Lukum, pada bulan Desember 2025 ini, pihak BWS, segera melakukan pengerukan Sungai Tolongio dan Ilodulungga.
Pengerukan dilakukan secepatnya di bulan Desember ini.
"Respon pihak BWS ini tentu menjadi hadiah akhir tahun bagi masyarakat yang berharap kegiatan pengerukan tersebut dapat menyelamatkan lingkungan, khususnya mencegah banjir yang acapkali melanda di musim penghujan di akhir tahun, sebab sungai tak mampu lagi menampung debit air karena kedangkalan yang dialami," katanya.
DPRD kata dia berharap kegiatan normalisasi sungai ini secara bertahap dilakukan di daerah aliran sungai yang ada di kabupaten tersebut, mengingat sedikitnya ada 14 titik rawan banjir di Wilayah pesisir ini, tersebar di 11 kecamatan.
Penanganan pelestarian lingkungan sangat diperlukan dilakukan dalam waktu cepat.
"Kami pun berharap seluruh pihak untuk bahu membahu melakukan kampanye sadar lingkungan, yaitu dengan tidak membuang sampah di saluran air, sungai dan laut. Serta bergotong royong menanam pohon sebanyak-banyaknya sebagai upaya penghijauan serentak, melestarikan paru-paru hijau, serta mencegah banjir dan tanah longsor," kata Lukum.
