Gorontalo (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo mencatat produksi Surat Izin Mengemudi (SIM) di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan sejak pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha 2025.
Direktur Ditlantas Polda Gorontalo Kombes Pol. Lukman Cahyono di Gorontalo, Jumat mengatakan berdasarkan catatan selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha 2025, warga yang mengurus maupun memperpanjang masa berlaku SIM meningkat sebanyak 25 persen.
"Pada bulan Oktober 2025, jumlahnya masih sekitar 4.000, namun pada bulan November 2025, khususnya selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra, meningkat menjadi 5.000 orang," ucap Kombes Pol. Lukman.
Peningkatan jumlah pengurusan SIM itu kata dia, dinilai menjadi indikator bahwa masyarakat khususnya pengendara kendaraan di Gorontalo mulai sadar akan kewajiban nya jika ingin berkendara di jalan raya.
Berdasarkan catatan yang ada, sebagian besar orang yang melakukan pengurusan baru maupun perpanjangan masa berlaku SIM, didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, kemudian disusul oleh karyawan swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sementara itu berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha 2025, Ditlantas Polda Gorontalo mencatat penindakan pelanggar lalu lintas lebih banyak di wilayah hukum Satlantas Polresta Gorontalo Kota dengan jumlah 135 pelanggar, serta teguran sebanyak 209.
Disamping itu ada juga wilayah hukum Polres Bone Bolango yang lebih banyak melakukan teguran dibanding penindakan menggunakan tilang.
Hal itu tentu berbanding lurus dengan keaktifan anggota Polantas di lapangan, dimana jika anggota lebih banyak melakukan operasi kepolisian, maka dipastikan akan lebih banyak menemukan pelanggaran lalu lintas.
Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha 2025, ia juga telah menekankan kepada anggota untuk melaksanakan operasi dengan sikap yang humanis serta mengedepankan teguran dibanding penindakan, apabila pelanggaran yang ditemukan masih dalam kategori ringan.
"Harapan kami, masyarakat lebih sadar dan malu untuk melanggar. Jadi dasarnya bukan takut kepada petugas, tetapi menyadari bahwa jika kewajiban akan memberikan manfaat untuk keselamatan bersama," imbuhnya.
