Gorontalo (ANTARA) - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) menggelar pasar murah bersubsidi bagi masyarakat, pada Sabtu.
Kegiatan yang menyediakan 1.000 kupon ini dipusatkan di Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan pelaksanaan pasar murah merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Pasar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk kepedulian kami pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga bagian dari rangkaian HUT ke-25 Provinsi Gorontalo,” katanya.
Idah menjelaskan kegiatan tersebut menyiapkan seribu paket kebutuhan pokok yang merupakan aspirasi dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Kamaru.
Harga satu paket sembako sebenarnya mencapai sekitar Rp254 ribu. Namun berkat subsidi hampir Rp160 ribu dari Pemprov Gorontalo, masyarakat hanya membayar Rp95 ribu.
Idah juga menegaskan masyarakat tetap diberi fleksibilitas untuk membeli bahan pokok secara parsial apabila tidak mampu membeli satu paket penuh.
"Kami memahami kemampuan setiap warga berbeda-beda. Jadi kalau ada yang tidak punya Rp95 ribu, misalnya hanya Rp50 ribu, silakan beli sesuai kemampuan. Bisa hanya beras, telur, atau ayam. Jangan sampai merasa terbebani karena tujuan utama pasar murah ini adalah membantu masyarakat,” kata Idah.
Dalam kunjungan tersebut, Idah kembali terlihat turun langsung melayani masyarakat di meja penjualan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.
Pasar murah kali ini menyediakan tujuh jenis bahan kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi.
Beras lima kilogram (kg) seharga Rp25.000, minyak goreng satu liter Rp10.000, cabai rawit seperempat kg Rp10.000, bawang merah setengah kg Rp10.000, gula pasir satu kg Rp10.000, telur 10 butir Rp10.000, serta daging ayam satu ekor Rp20.000.
