Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo memantai lima komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di daerah tersebut.
"Memasuki Desember, terjadi peningkatan permintaan seperti cabai rawit, beras, telur, minyak goreng, dan tomat. Ini menjadi perhatian serius kami," ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur di Gorontalo, Sabtu
Sekda Sugondo mengakui, menjelang akhir tahun sejumlah komoditas utama mengalami tekanan inflasi, hal itu dipengaruhi oleh faktor cuaca, distribusi, dan meningkatnya permintaan.
Untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, maka Pemkab Gorontalo mengambil enam langkah strategis, yakni, menggenjot Gerakan Pangan Murah di berbagai titik strategis, memotong rantai distribusi agar harga tetap terjangkau, mencegah penumpukan stok dan menjamin kelancaran distribusi, memperkuat koordinasi dengan Bulog untuk menjaga kecukupan stok beras.
"Selain itu langkah yang ditempuh adalah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait mobilisasi kendaraan distribusi, serta memberikan informasi harga pasar kepada masyarakat untuk mencegah kepanikan," ucap dia.
Sekda Sugondo juga memastikan, meskipun mengalami tekanan, namun kondisi ketersediaan stok pangan daerah sangat aman menjelang akhir tahun.
Untuk komoditi beras, stok tersedia 4.861 ton, sedangkan kebutuhan hanya 4.075 ton. Untuk jagung, stok tersedia sebanyak 7.033 ton, kebutuhan hanya 1.653 ton. Sementara bawang merah, stok 223 ton dan kebutuhan 117 ton. Sedangkan untuk cabai keriting stok 70,73 ton, kebutuhan 10 ton.
"Dengan stok yang lebih dari cukup, kami optimistis tekanan inflasi dapat kita kendalikan bersama," pungkas dia.
