Kabupaten Bone Bolango (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango mempertegas komitmennya dalam transformasi pendidikan digital dengan meluncurkan aplikasi digitalisasi sekolah Skul.Id di SMP Negeri 1 Tapa, Senin.
Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa di Bone Bolango mengatakan digitalisasi bukan lagi tren atau pilihan, tetapi menjadi kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan modern.
"Ini adalah kemutlakan bagi kita semua, baik guru, siswa, maupun pihak sekolah. Pendidikan wajib beradaptasi dengan transformasi teknologi sebagaimana ditegaskan dalam kebijakan nasional," katanya.
Sekda menjelaskan Skul.Id menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui aplikasi tersebut, proses presensi, manajemen kelas, interaksi guru dan siswa, hingga pengawasan perkembangan belajar oleh orang tua dapat dilakukan secara digital dan real time.
Ia menyoroti keberadaan perangkat pendukung seperti smart board yang telah dikirimkan pemerintah pusat.
Ia mengingatkan agar perangkat tersebut tidak menjadi sekadar pajangan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Perangkat teknologi dan infrastruktur wajib tersedia. Jangan sampai guru ataupun siswa tidak dapat mengakses layanan digital hanya karena ketiadaan data atau jaringan. Pemerintah akan terus mendukung penyediaan wifi, jaringan, dan konten pembelajaran digital," kata dia.
Selain kesiapan infrastruktur, Iwan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pendidikan baik guru, siswa, orang tua, manajemen sekolah, dan wali kelas, untuk memastikan transformasi digital berjalan efektif.
Menurutnya, peluncuran Skul.Id sejalan dengan prioritas Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, yang menempatkan peningkatan kualitas layanan pendidikan sebagai program strategis daerah untuk periode 2025–2030.
"Kita berharap aplikasi ini memacu dunia pendidikan kita agar semakin maju. Memudahkan guru, memudahkan siswa, dan pada akhirnya melahirkan generasi yang makin cerdas, berintegritas, serta siap menghadapi masa depan," pungkas Sekda.
