Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 55 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menjalani ujian program belajar melalui paket A, B, dan C yang merupakan program pendidikan kesetaraan nonformal yang setara dengan SD, SMP, dan SMA.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Sulistyo Wibowo di Gorontalo, Selasa, mengatakan pemberian hak pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan merupakan bagian dari tujuan lapas sebagai tempat pembinaan hingga pendidikan.
Ujian kesetaraan ini diikuti 22 WBP pada ujian Paket A, 15 WBP untuk Paket B, dan 18 WBP pada Paket C.
Ia menegaskan pendidikan hak asasi yang harus tetap dipenuhi meski warga berada di dalam lapas, karena tembok penjara tidak membatasi keinginan warga binaan untuk menuntut ilmu.
Ia menjelaskan program pendidikan kesetaraan itu menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian unggulan di Lapas Gorontalo.
Ia mengharapkan ijazah dan ilmu yang mereka peroleh bisa menjadi modal berharga saat kembali ke masyarakat.
"Entah untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.
Sandi, salah seorang peserta ujian, mengaku bersyukur mendapatkan pendidikan yang diberikan oleh Lapas Gorontalo di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pengayoman.
"Terima kasih karena orang seperti saya ingin sekali kembali sekolah atau belajar," ucap dia.
Di PKBM Pengayoman, ia mengaku diberikan kesempatan untuk mengikuti mata pelajaran Agama, Matematika, Bahasa Inggris, dan lainnya.
