Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi Offshore-South East Sumatra (PHE OSES) mengoptimalkan pemanfaatan gas suar dan menurunkan flaring untuk efisiensi energi sekaligus menurunkan emisi CO2, sebagai langkah dekarbonisasi.
“Ini (optimalisasi pemanfaatan gas suar) membuktikan bahwa dekarbonisasi bukan hanya komitmen kebijakan, tetapi bisa diwujudkan langsung dari tangan para engineer dan operator yang bekerja setiap hari di fasilitas produksi,” ujar General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu.
PHE OSES menyoroti dua inisiatif utama, yaitu program integrasi pemanfaatan gas suar (flare recovery) dan program efisiensi energi yang bertajuk REnPII–ENERSYNC.
Program flare recovery diterapkan pada tiga wilayah operasi, yaitu Anjungan Widuri, Anjungan Rama dan fasilitas South Business Unit di Pabelokan.
Di Anjungan Widuri, gas suar bertekanan rendah dikompresi dan digunakan kembali sebagai fuel gas. Sementara di Anjungan Rama, gas suar dari Rama-P ditarik ke Rama-H menggunakan kombinasi kompresor dan ejector.
Kemudian, di Pabelokan, gas suar dialirkan ke sistem pembangkit listrik untuk menekan pembakaran gas suar sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida.
Seluruh proses berlangsung tanpa menghentikan produksi dan memerlukan koordinasi lintas fungsi, serta adaptasi teknis pada fasilitas yang telah beroperasi puluhan tahun.
Di sisi lain, program efisiensi energi REnPII–ENERSYNC meningkatkan performa pembangkit melalui optimalisasi konfigurasi, sinkronisasi, dan distribusi beban Gas Turbine Generator (GTG), sehingga mampu menghemat konsumsi fuel gas dan meningkatkan pasokan gas yang dijual ke PLN IP Cilegon.
Kedua inisiatif ini, tutur dia, menghasilkan capaian yang sangat signifikan, dengan penurunan gas suar rutin hingga 70 persen, meningkatkan keandalan pembangkit listrik di operasional PHE OSES, dan menjaga pasokan gas bersih ke PLN IP Cilegon yang menghasilkan stabilitas energi di wilayah Banten dan Jakarta.
“Selain itu program ini juga berhasil menekan emisi karbon hingga 310.649 ton CO2e,” ucapnya.
Manajer Power & Gas Pabelokan Island PHE OSES Rosihan Anwar menyampaikan bahwa keberhasilan program berangkat dari kesadaran bahwa gas suar sebelumnya dianggap tidak bernilai ternyata memiliki potensi energi besar.
"Dengan integrasi sistem yang tepat, gas suar dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sekaligus menurunkan emisi CO2. Meskipun adanya tantangan seperti cuaca ekstrem dan integrasi teknis dengan pembangkit lama, namun kendala tersebut dapat diselesaikan berkat kerja sama tim serta dukungan manajemen," kata Rosihan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pertamina optimalkan pemanfaatan gas suar untuk dekarbonisasi
