Gorontalo (ANTARA) - Anugerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Awards 2025, yang berhasil diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah tersebut dalam menjaga inflasi.
'Penghargaan ini bukan hanya semata prestasi simbolis saja. Tetapi menunjukkan betapa besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menjaga dan menjamin ketersediaan pangan yang diperlukan masyarakat," kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, Selasa.
Ia mengatakan pada Rapat Koordinasi TPID Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Perekonomian, Gorontalo berhasil meraih peringkat dua TPID Provinsi Berkinerja Terbaik.
Menurutnya pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi seluruh anggota TPID Provinsi Gorontalo.
'Semoga capaian positif ini dapat terus kita tingkatkan pada tahun 2026 dan apa yang kita lakukan memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo,” kata Gusnar.
Keberhasilan Provinsi Gorontalo meraih TPID Awards 2025, tak lepas dari tingkat inflasi yang selalu terjaga dan terkendali sepanjang tahun 2025. Bahkan dalam penilaian Kemendagri yang secara rutin setiap pekan memonitor perkembangan inflasi daerah, Gorontalo beberapa kali masuk dalam daerah dengan tingkat inflasi terbaik secara nasional.
“Itu berarti kita semua bekerja dan saling berkoordinasi dengan baik, sehingga Gorontalo bisa memberikan sumbangsih positif kepada inflasi secara nasional,” kata Gusnar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statitik, angka inflasi bulan ke bulan (m-to-m) Provinsi Gorontalo pada November 2025 tercatat sebesar 0,24 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (y-on-y) berada pada angka 2,21 persen, atau lebih rendah dari tingkat inflasi nasional yang mencapai 2,72 persen.
Dalam rangka mengendalikan tingkat inflasi, Pemprov Gorontalo telah dan akan terus melakukan berbagai program strategis, seperti pasar murah bersubsidi, gerakan pangan murah dan operasi pasar pangan kebutuhan masyarakat.
Adapula program pendistribusian bantuan pangan, benih jagung dan padi, ternak, serta taksi nelayan.
“Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa sebentar lagi kita akan masuk tahun 2026. Yang ingin saya katakan, mari kita gunakan waktu yang pendek ini sebaik-baiknya, karena kebutuhan masyarakat begitu banyak yang harus kita tangani,” imbuhnya.
