Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengaku memilih tidak memberikan reaksi apa pun, setelah peristiwa penikaman dan pembacokan di Pasar Sentral yang terjadi di depan mata Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea beberapa waktu lalu.
Gubernur melalui juru bicara Alvian Mato mengungkapkan memberikan klarifikasinya.
“Sejak beliau dilantik sebagai gubernur, ia telah bersumpah bekerja untuk rakyat Gorontalo. Beliau fokus bagaimana dengan anggaran sedikit bisa bekerja maksimal dan fokus bagaimana melobi kementerian agar mengucurkan anggarannya ke Provinsi Gorontalo sehingga kepemimpinan ini bisa memberikan manfaat untuk rakyat Gorontalo. Untuk masalah itu ada aparat penegak hukum yang bekerja” ujar Alvian Mato yang juga sebagi advokat muda di Gorontalo tersebut.
Sebelumnya, dua orang terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam di depan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo menyerahkan diri ke Polresta Gorontalo Kota, Provinsi Gorontalo.
Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol. Suryono di Gorontalo, Senin mengatakan beberapa saat setelah kejadian di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Sabtu (6/12), dua orang berinisial AR dan AR datang ke Mapolresta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Keduanya yang sama-sama berinisial AR telah kita tetapkan menjadi tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 170 dan juga Pasal 22," ucap Kombes Pol. Suryono.
Pada saat kejadian, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel sedang berada di lokasi, hingga sempat menyaksikan peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya mengaku melakukan penganiayaan itu akibat unsur dendam lama yang sudah lama terpendam, sebelum kejadian korban sempat menyinggung salah seorang pelaku melalui beranda akun media sosial.
