Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo dinilai berhasil menangani anak tidak sekolah serta responsif terhadap program wajib belajar 13 tahun.
Hal itu menjadi salah satu penghargaan yang berhasil diterima Dinas Pendidikan, Bappeda dan satuan pendidikan di Gorontalo, dengan pencapaian terbaik terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, Kamis menyerahkan penghargaan tersebut pada kegiatan refleksi dan apresiasi yang digelar oleh Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo di Kota Gorontalo.
Apresiasi yang diberikan oleh BPMP Gorontalo terdiri dari beberapa kategori, di antaranya Pemerintah Daerah (Pemda) dengan kualitas Dapodik terbaik, Pemda dengan persentase tertinggi dalam penerapan penjaminan mutu, Pemda inovatif dalam pelaksanaan SPMB serta Pemda responsif terhadap program wajib belajar 13 tahun dan penanganan anak tidak sekolah.
Selain itu apresiasi juga diberikan kepada satuan pendidikan yang memiliki delta capaian positif dan menerapkan penjaminan mutu pendidikan berdasarkan rapor pendidikan.
"Hakikat apresiasi ini adalah spirit baru bagi kita semua untuk memajukan pendidikan di Gorontalo. Sesungguhnya yang menerima manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat, terutama anak-anak didik kita. Kita semua diserahi tugas untuk melakukan langkah-langkah guna meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” kata Gusnar.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan dunia pendidikan di Gorontalo.
Gusnar menegaskan pendidikan bukan saja menjadi urusan Dinas Pendidikan, BPMP, maupun institusi kependidikan lainnya.
“Pendidikan ini adalah urusan kita semua. Kita tidak bisa mematok dan membatasi berdasarkan wilayah administratif dan kewenangan. Pendidikan itu menembus berbagai macam batasan. Oleh sebab itu kita harus berkolaborasi,” katanya.
Kepala BPMP Gorontalo Rudi Syaifullah mengatakan kegiatan apresiasi itu merupakan bentuk penghargaan kepada insan-insan yang telah berkontribusi besar dalam memajukan pendidikan di Provinsi Gorontalo.
Rudi memaparkan saat ini pendidikan di Gorontalo menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan baik dari literasi, numerasi, karakter, iklim dan juga kualitas pembelajaran.
“Capaian ini menunjukkan adanya kontribusi positif ekosistem pendidikan yang ada di Provinsi Gorontalo,” kata Rudi.
Pada kegiatan itu Gubernur Gusnar menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama untuk peningkatan kualitas pendidikan di Gorontalo.
Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Kepala BPMP Gorontalo bersama mitra strategis, yakni Universitas Muhammadiyah Gorontalo, BNNP, PMI, Universitas Bina Mandiri, Universitas Terbuka, Bank Mandiri dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
