Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan salah satu tujuan pembangunan Gorontalo Islamic Centre adalah untuk menarik pertumbuhan berbagai aspek kehidupan di daerah itu.
Gusnar di Gorontalo, Jumat mengatakan aspek kehidupan yang dimaksud yakni dari segi ekonomi, sosial budaya dan kemasyarakatan sehingga tekanan ke ruang wilayah Kota Gorontalo tidak terlalu cepat karena adanya pembangunan dengan skala besar.
"Yang terpenting dalam pembangunan ini, yaitu pengembangan wilayah menjadi lebih baik dan bisa berkembang bersama," kata Gusnar.
Jika Gorontalo Islamic Centre ini dibangun di Wilayah Kota Gorontalo maka tekanan ruang kotanya akan cepat dan itu menyebabkan Kota Gorontalo semakin padat.
Oleh karena itu, melalui berbagai pertimbangan bersama maka disepakati Gorontalo Ialamic Centre dibangun di Desa Talulobuto Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango tepatnya masih berdekatan dengan kawasan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
Pemilihan tempat itu pun telah melalui berbagai pertimbangan dan ide cemerlang, dimana salah satunya adalah terletak dalam kawasan yang disebut Segitiga Emas.
Penyebutan Segitiga Emas sendiri kata Gusnar karena lokasi pembangunannya yang terletak di antara tiga daerah di Provinsi Gorontalo yakni Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango, kemudian Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo dan Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
Untuk progres pembangunannya sendiri ditargetkan selama dua sampai tiga tahun. Namun begitu, besaran biaya yang akan digunakan masih sementara dalam proses penghitungan secara cermat.
Sementara itu untuk pembiayaannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari donasi seluruh masyarakat Gorontalo termasuk tidak menutup kemungkinan jika ada investor asing dari negara-negara timur tengah yang ingin berinvestasi.
Dari segi arsitektur, perancangan Gorontalo Islamic Centre menggunakan para arsitek atau desainer profesional dan memiliki pengalaman serta kemampuan terbaik di Indonesia.
Selain para investor, pembangunan ikon Provinsi Gorontalo sebagai daerah Serambi Madinah itu, juga membuka peluang kepada seluruh kalangan termasuk masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian dari rezekinya.
Begitupun dengan pengawasannya, dimana perubahan dan peningkatan progres pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo akan selalu disampaikan secara terbuka dan dilaporkan setiap bulan.
"Gorontalo Islamic Centre ini merupakan harapan dari para pemimpin daerah pada masa-masa pemerintahan sebelumnya, termasuk masyarakat Gorontalo. Yang pasti jika bangunan ini selesai dan dapat difungsikan, maka akan banyak perkembangan yang terjadi di daerah," imbuhnya.

