Ramallah (ANTARA) - Militer Israel pada Sabtu (27/12) melanjutkan serangan besar-besaran untuk hari kedua berturut-turut di kota Qabatiya, selatan Jenin di Tepi Barat bagian utara, menyusul penembakan yang menewaskan dua warga Israel sehari sebelumnya.

Pada Jumat (26/12), dua orang tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden gabungan penabrakan dengan mobil dan penikaman di kota Beit She’an dan Afula di Israel utara. Setelah kejadian itu, Tel Aviv melancarkan operasi militer luas di Qabatiya dengan mengklaim bahwa pelaku serangan berasal dari kota tersebut.

Seorang narasumber berkata kepada Anadolu secara anonimi, menyampaikan bahwa sekitar 44 kendaraan militer Israel dan beberapa buldoser menyerbu Qabatiya. Israel juga memberlakukan jam malam, serta menutup jalan-jalan utama yang menuju ke kota itu.

Tentara Israel juga dikerahkan di seluruh jalan Qabatiya dan penembak jitu mengambil posisi di atap sejumlah bangunan. Sebuah helikopter militer juga dilaporkan melepaskan tembakan senapan mesin ke area terbuka di kota tersebut.

Sumber anonim menambahkan bahwa pasukan Israel menangkap ayah dan saudara laki-laki terduga pelaku setelah menggerebek rumah mereka di Qabatiya dan membawa keduanya ke lokasi yang tidak diketahui.

Sementara itu, anggota keluarga lainnya diinterogasi. Pasukan Israel juga menggerebek rumah-rumah, merusak isinya, menghancurkan jalanan dengan buldozer, serta merusak infrastruktur.

Video yang beredar di platform media lokal memperlihatkan sejumlah pemuda yang telah dibebaskan dengan tangan mereka masih terikat di belakang punggung.

Pasukan Israel dan pemukim ilegal telah menewaskan sedikitnya 1.103 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000 orang, dan menahan sekitar 21.000 orang sejak Oktober 2023, menurut data Palestina.

Adapun dalam sebuah pendapat penting pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal. ICJ juga menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Sumber: Anadolu

 



Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026