Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar ingin literasi digital dimasukkan oleh para pengembang ke dalam gim lokal.
“Pemerintah mendukung kegiatan gim yang dirancang secara bertanggung jawab dan berdampak. Program seperti Gaming Battle Arena Series 3 perlu diarahkan tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi, penguatan literasi digital, serta membuka peluang pasar bagi gim lokal," kata Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dalam audiensi di Jakarta, Rabu (7/1) bersama Bukalapak melalui unit Lapak Gaming, Irene membahas tentang rencana Lapak Gaming Battle Arena Series 3 dan program CSR Lapak Main yang fokus pada literasi digital.
Irene menyampaikan bahwa subsektor gim memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, membangun ekosistem digital yang berintegritas, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi talenta kreatif nasional.
Lapak Gaming Battle Arena Series 3 akan menjadi wadah bagi komunitas, menampilkan gim lokal hasil pembinaan Kementerian Ekonomi Kreatif serta mendorong literasi digital dan penggunaan gim yang sehat melalui program CSR Lapak Main.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekonomi Kreatif merekomendasikan partisipasi dalam Lapak Gaming Battle Arena Series 3 dengan menampilkan gim lokal hasil pembinaan, seperti GameSeed dan GIMERSIA.
Sebelumnya, kedua pihak juga sudah mengeksplorasi berbagai inisiatif, seperti aktivasi luring melalui jaringan Mitra Bukalapak, penguatan sistem pembayaran, dan pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan.
Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana menekankan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Ekraf menjadi kunci untuk membangun ekosistem gim yang inklusif dan membuka peluang bagi talenta kreatif Indonesia.
Acara yang bertema "It Goes Beyond Tournaments" itu dijadwalkan pada 24–25 Januari 2026 di Piazza Gandaria City, Jakarta, dengan target 5 ribu pengunjung.
Lapak Gaming Battle Arena Series 3 menonjolkan kesamaan passion, kreativitas, dan semangat komunitas, sekaligus menjadi ruang di mana budaya gaming tidak hanya dipertandingkan, tetapi juga dialami dan dirayakan bersama.
“Melalui Lapak Gaming Battle Arena Series 3, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih luas bagi komunitas gim, termasuk memperkenalkan gim lokal agar semakin dikenal publik dan mendapatkan akses pasar yang lebih besar,” ujar Victor.
Selain turnamen dan aktivitas komunitas, Bukalapak juga menyiapkan program CSR Lapak Main.
Program ini mencakup pengumpulan donasi buku dan mainan, donasi mikro dari transaksi Lapak Gaming dan Itemku, sesi edukasi tentang penggunaan gim yang sehat dan seimbang, serta penyediaan ruang bermain gim yang aman di sekolah dan kampus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenekraf ingin literasi digital dimasukkan dalam gim lokal
