Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail optimistis daerah itu mampu memproduksi jagung mencapai 1,5 juta ton, dengan sinergi yang kuat dalam memperluas areal dan aktivitas penanaman jagung di kantong-kantong produksi yang ada.
"Pemerintah Provinsi menargetkan produksi jagung mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2026. Target ini sejalan dengan dukungan daerah terhadap program swasembada pangan nasional," kata Gusnar melalui Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario di Gorontalo, Jumat.
Panen raya jagung serentak yang digelar Polri di 36 Polda se Indonesia, termasuk oleh Polda Gorontalo yang diikuti langsung Gubernur Gusnar Ismail bersama Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Widodo dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, semakin meningkatkan optimisme Gorontalo mampu mencapai target produksi tersebut.
Muljady mengatakan kerjasama ini dipayungi oleh perjanjian antara Kementerian Pertanian dan Mabes Polri. Di daerah, pelaksanaannya ditindaklanjuti melalui kolaborasi Dinas Pertanian dan Polda Gorontalo.
“Pada tahun 2025, Gorontalo mendapat target pengembangan areal tanam baru sekitar 27 ribu hektare yang telah kami eksekusi bersama Polda Gorontalo. Dari luas areal panen sekitar 259.490 hektare, produksi jagung Gorontalo berhasil mencapai 1,2 juta ton," kata Muljady.
Target produksi jagung pada tahun 2026 ditingkatkan menjadi 1,5 juta ton melalui optimalisasi lahan dan peningkatan intensitas tanam.
Upaya ini termasuk mendorong lahan yang sebelumnya tidak tertanami akibat banjir maupun kekeringan agar kembali produktif.
Ia mengatakan hampir 99 persen produksi jagung Gorontalo disuplai ke sentra pakan ternak di berbagai wilayah Indonesia.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mengatakan pihaknya telah melakukan panen di sekitar 10 hektare lahan karena masa panen ideal di Gorontalo sebenarnya terjadi pada November hingga Desember. Panen tetap dilaksanakan meski belum maksimal karena perbedaan musim panen dibandingkan daerah lain.
Panen raya jagung di Provinsi Gorontalo dipusatkan di Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian.
