Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo mencatat ada empat titik kritis yang mengakibatkan akses jalan terputus akibat dampak banjir di Dusun Durian, Desa Buhu
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo Risman Umar di Gorontalo, Sabtu mengatakan jalan yang putus tersebut merupakan akses vital dan satu-satunya jalur penghubung menuju Desa Ulobua.
"Hasil peninjauan lapangan menunjukkan tingkat kerusakan ternyata lebih serius dari perkiraan. Awalnya dilaporkan satu titik, namun ternyata ada empat titik kritis yang harus ditangani secara serius," ujar Risman.
Ia menjelaskan, perbaikan tidak bisa dilakukan hanya pada badan jalan, melainkan harus menyentuh penanganan sungai.
"Normalisasi sungai harus menjadi perhatian. Jika sungainya tidak ditangani, maka kerusakan yang sama bisa kembali terulang," ujar dia.
Risman mengatakan penanganan simultan antara jalan, jembatan, dan sungai adalah solusi jangka panjang yang paling tepat. Sebagai langkah lanjut, hasil evaluasi tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Sofyan Puhi untuk dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Kami akan lapor Pak Bupati. Penanganan ini membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah agar solusi yang diambil tepat dan berkelanjutan," pungkas Risman.
