Gorontalo (ANTARA) - Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Provinsi Gorontalo mengikuti penguatan kapabilitas di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam rangka menjawab tantangan generasi penerus di era digital.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG Profesor Arwildayanto di Gorontalo, Sabtu, mengatakan menanggapi dinamika perkembangan kesehatan mental peserta didik di era digital, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) FIP UNG pun mengambil langkah progresif.
"Mereka menyelenggarakan pelatihan penguatan kapabilitas praktik layanan bimbingan dan konseling, yang menghadirkan ratusan guru BK dari berbagai jenjang mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas maupun Madrasah Aliyah Negeri (SMA/MAN) se Provinsi Gorontalo," kata Arwildayanto.
Penguatan kompetensi guru tersebut menghadirkan berbagai sesi tematik yang membahas strategi dan metode layanan bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, serta pelatihan pelaksanaan layanan konseling individual.
Pelatihan ini bukan sekadar seremonial fakultas, melainkan hasil karya nyata mahasiswa melalui proyek mata kuliah 'Survei Dinamika Perkembangan Bimbingan dan Konseling' di bawah bimbingan Profesor Wenny Hulukati.
Pelatihan dirancang sebagai jembatan emas bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori akademik yang mereka pelajari di kelas dengan kebutuhan nyata para praktisi di lapangan.
Arwildayanto mengatakan tentang posisi krusial guru BK saat ini.
Menurut dia, kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kini menempatkan posisi guru BK sebagai fasilitator utama perkembangan peserta didik.
"Peran guru BK kini semakin strategis. Di tengah tantangan kecanduan gawai, isolasi sosial, hingga rendahnya daya resiliensi generasi muda, guru BK harus menjadi sosok yang adaptif dan profesional. BK bukan lagi layanan tambahan, melainkan jantung dari pendampingan perkembangan siswa secara utuh," kata Arwildayanto.
Melalui pelatihan ini, ia berharap guru-guru BK di Gorontalo semakin terampil dalam merespons persoalan psikis siswa di era digital yang semakin kompleks.
Dengan penguatan kapabilitas ini, diharapkan tercipta ekosistem sekolah yang lebih sehat secara mental dan mampu menghasilkan generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Sejumlah materi strategis disajikan dalam pelatihan, antara lain materi mengenai Urgensi Layanan Bimbingan dan Konseling di Pendidikan Usia Dini, Strategi dan Metode Layanan BK di Pendidikan Dasar, serta materi Strategi dan Metode Layanan BK di Pendidikan Menengah.
Pelatihan dilanjutkan dengan melatih tentang Layanan Konseling Individual, dengan penekanan pada praktik langsung dan penerapan layanan konseling.
