Gorontalo (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat ikan selar dan ikan layang menjadi komoditas utama penyumbang inflasi pada bulan Januari 2026 dengan andil 0,21 persen di daerah itu.

"Pada Januari 2026, Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month 0,28 persen, dan ikan selar serta ikan layang memberikan andil 0,21 persen," ucap Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti di Gorontalo, Senin.

Ia mengatakan setelah ikan selar dan layang, komoditas lain yang memberikan andil utama penyumbang inflasi yaitu emas perhiasan sebesar 0,14 persen, ikan cakalang 0,13, ikan mujair 0,13 persen, cumi-cumi 0,06 persen dan ikan teri 0,06 persen.

"Selanjutnya ada tomat 0,06 persen, kangkung 0,03 dan daun bawang 0,03 persen," ujar Dwi.

Dwi menjelaskan ikan merupakan salah satu komoditas yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Gorontalo, dan ketika terjadi peningkatan harga maka akan langsung berpengaruh terhadap inflasi secara umum.

"Meskipun sebenarnya beberapa komoditas yang juga menjadi komoditas utama di Gorontalo mengalami penurunan, seperti cabai rawit dan bawang merah. Tetapi karena ikan tadi nilainya lebih tinggi, jadi menyebabkan inflasi di Gorontalo," ujar dia.

Ia mengatakan cabai rawit juga merupakan komoditas yang banyak dikonsumsi di Gorontalo dan pada Januari menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi tertinggi.

Tercatat komoditas yang memberikan andil deflasi Januari yaitu cabai rawit 0,33 persen, bawang merah 0,17 persen, daging ayam ras 0,08 persen, beras 0,04 dan sendal anak 0,03 persen.

 



Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026