Gorontalo (ANTARA) - Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengatakan daerah itu siap menjadi kabupaten unggulan di Provinsi Gorontalo, yang akan menjadi pemasok komoditas ayam dari luar Jawa.

"Kami memastikan kesiapan daerah ini untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi ternak ayam terintegrasi, melalui penyediaan lahan dan skema kerja sama dengan pihak Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta para mitra lokal. Ini diharapkan dapat mewujudkan mimpi besar kemandirian ekonomi di luar Jawa," kata Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu di Gorontalo, Sabtu.

Hari ini pemerintah daerah kata dia, mendampingi kunjungan lapangan Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro dan Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh Hendra Wibawa terkait melihat kesiapan daerah ini dalam menindaklanjuti program hilirisasi tersebut.

Thariq mengatakan, dari 12 titik pengembangan industri terintegrasi, terdapat lima titik yang berada di Gorontalo Utara.

Lima titik tersebut mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pengembangan Day Old Chick (DOC), bibit ayam, pembesaran ayam, pabrik pakan, hingga Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

"Lima titik itu ada di Gorontalo Utara dan kami siap dengan ketersediaan lahan, kemudian juga siap dengan model kerja sama,” kata Thariq.

Menurutnya pengembangan industri ini menggunakan skema kerja sama dengan Danantara dan mitra lokal, bukan melalui skema Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah daerah juga menghidupkan kembali peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), agar menjadi bagian dari proyek hilirisasi ternak ayam.

Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan lahan, tetapi juga siap bekerja sama agar ekosistem hilirisasi tersebut memberi dampak dan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat.

Selain itu, Pemkab Gorontalo Utara juga telah menyiapkan skema pemanfaatan lahan di Wilayah Kecamatan Tomilito, termasuk ketersediaan lahan dan fasilitas RPH.

"Kami segera membahas ini lebih lanjut dalam skema kerja sama," katanya.

Program ini diharapkan mendukung penyediaan protein hewani berupa ayam dan telur, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat.

"Keterlibatan masyarakat nanti melalui koperasi desa, UMKM, BUMD, Bumdes dan Bumdesma,” ujarnya.

Dengan tersedianya DOC dan pakan, pemerintah daerah akan mendorong UMKM dan koperasi desa untuk mengembangkan usaha dengan dukungan penjaminan dari pemerintah daerah.

Ia menambahkan keberadaan industri ini juga berpotensi menstabilkan harga jagung karena jagung menjadi bahan baku utama pakan. Jagung tidak hanya dikirim ke luar daerah, tetapi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan di Gorontalo Utara.

Selain jagung, industri pakan juga membutuhkan bahan baku lain, sehingga ke depan pemerintah daerah akan mendorong masuknya investor dengan memanfaatkan potensi kelautan yang dimiliki.

Thariq menyebut Gorontalo Utara memiliki fasilitas pendukung berupa dua pelabuhan, termasuk satu pelabuhan internasional, yang menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi terintegrasi.

“Prinsipnya pemerintah daerah siap mendukung cepat setiap program dan tahapan yang akan dibuat oleh Danantara,” imbuhnya.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026