Gorontalo (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota mencatat bahwa pengendara dibawah umur paling mendominasi pelanggar lalu lintas yang terjaring operasi kepolisian di Kota Gorontalo, Provonsi Gorontalo.
Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli Satlantas Polresta Gorontalo Kota Ipda Agus Priono Adada di Kota Gorontalo, Senin mengatakan catatan tersebut didapatkan dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Otanaha tahun 2026 selama enam hari.
"Dalam kurun waktu enam hari, kita telah menertibkan sekitar 50 unit kendaraan, dan sebagian besar pengendaranya adalah anak yang masih tergolong dibawah umur," kata Ipda Agus.
Adapun pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah berkaitan dengan keselamatan, yaitu pengendara sepeda motor yang tidak memakai helem atau pengaman kepala, tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM), dan berboncengan lebih dari satu penumpang.
Selain itu ada juga penggunaan knalpot bising pada sepeda motor yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta pengendara yang memasuki tanda larangan termasuk berkendara melawan arus.
Setelah dilakukan pendataan administrasi, dari keseluruhan pelanggar khususnya pengendara sepeda motor yang terjaring, sebagian besar tidak dapat menunjukkan SIM, bahkan ada yang masih berstatus pelajar.
Oleh sebab itu pelaksanaan operasi selalu menyasar lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, bahkan tempat rawan kemacetan pun tidak luput dari sasaran kegiatan kepolisian lalu lintas.
Sesuai dengan namanya, pelaksanaan Operasi Keselamatan itu bertujuan untuk menurunkan angka dan fatalitas kecelakaan lalu lintas serta mencegah terjadinya kemacetan.
Sehingga melalui operasi ini pihaknya berharap masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor dapat patuh terhadap aturan-aturan yang berlaku demi kelancaran, ketertiban, dan keselamatan dalam berlalu lintas.
Jajaran Satlantas Polresta Gorontalo Kota mengimbau para orang tua agar dapat memperhatikan anak-anaknya dan sebaiknya tidak memberikan izin berkendara kepada anak-anak yang belum memiliki SIM dan belum cukup umur.
"Operasi Keselamatan Otanaha ini bertujuan untuk keselamatan bersama, sehingga kami berharap warga senantiasa patuh dan disiplin dalam berlalu lintas, dan khususnya para orang tua diminta bisa berperan aktif mengawasi anak-anaknya, demi kelancaran, ketertiban, kenayamanan, keamanan, dan keselamatan bersama dalam berlalu lintas," imbuhnya.*
Pewarta: Susanti Sako / Zulkifli PolimengoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.