Gorontalo (ANTARA) - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo La Ode Sulaiman di Gorontalo, Sabtu mengaku optimistis stok dan harga pangan di daerah itu jelang bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri, tersedia dan aman.

Menurutnya melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar intensif serta serentak di enam titik di Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Langkah tersebut diyakini efektif dalam mengantisipasi kenaikan harga pangan di pasaran.

“Kegiatan ini salah satu cara pemerintah untuk stabilisasi harga. Pemerintah tidak tutup mata terhadap kondisi harga bahan pangan,” kata La Ode.

Menurutnya pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan pengawasan harga di pasar-pasar.

Satgas Pangan tersebut melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda), Bapanas, Dinas Pangan Provinsi serta kabupaten/kota, juga Bulog.

Tim tersebut setiap hari melakukan pengecekan harga, baik di pasar rakyat maupun pusat perbelanjaan modern.

Ia memastikan stok pangan di Bulog dalam kondisi mencukupi, terutama untuk komoditas beras dan minyak goreng.

“Stok di Bulog sangat cukup. Masyarakat tidak perlu panik dalam berbelanja bahan pangan,” katanya pula.

Gerakan Pangan Murah di Gorontalo intensif, termasuk yang digelar pada Jumat (13/2) yang dilaksanakan di Lapangan Padebuolo Kota Gorontalo, Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo, Kabila Kabupaten Bone Bolango, Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Pasar Minggu Kabupaten Boalemo dan Marisa Kabupaten Pohuwato.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, serta unsur Satgas Pangan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Gerakan Pangan Murah digelar di enam titik di Provinsi Gorontalo. ANTARA/HO-Lifka Ismail


Pewarta: Susanti Sako/Lifka Ismail
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026