Kota Gorontalo (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Gorontalo bersama tim gabungan lintas sektor melakukan pengawasan intensif terhadap keamanan pangan takjil di kawasan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kota Gorontalo, Jumat.

"Langkah ini diambil untuk memastikan kudapan berbuka puasa yang dikonsumsi masyarakat tidak mengandung zat kimia berbahaya yang dilarang dalam pangan," ucap Kepala BBPOM Gorontalo Lintang Purbaya di Gorontalo.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP), turun langsung melakukan pengambilan sampel menggunakan laboratorium keliling.

Sampel yang diuji mencakup berbagai varian menu berbuka puasa, mulai dari minuman berwarna, kue berwarna, mie, lemper, es buah, hingga pangan siap saji lainnya.

"Sampai batagor, bakwan, dan ikan suwir. Dari semuanya kita lakukan pengawasan, laboratorium pengujian kita cek utamanya terkait dengan mengandung bahan berbahaya atau tidak," kata dia.

Berdasarkan hasil uji cepat di tempat, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran penggunaan zat kimia berbahaya pada seluruh sampel yang diambil.

"Dari hasil pengawasan dan hasil pengujian kita dapatkan, Alhamdulillah, semuanya negatif dari bahan berbahaya formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow," ujar Lintang.

Meski dinyatakan aman pihaknya tetap mengedepankan fungsi edukasi bagi para pelaku usaha kecil yang berjualan di pasar kaget tersebut.

Ia mengatakan kegiatan pengawasan tersebut merupakan agenda pembuka yang akan dilakukan secara berkelanjutan sepanjang Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Ini kegiatan pertama untuk pada pekan pertama bulan Ramadhan dan ini akan terus kita laksanakan pengawasan intensifikasi takjil," tuturnya.

BBPOM juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan kecurigaan fisik pada takjil yang dijual di pasaran.

Masyarakat diarahkan untuk proaktif memberikan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk media sosial instansi jika menemukan pangan mencurigakan.

"Jadi tinggal lapor, diinformasikan, atau melalui media sosial kita gitu ya. Tinggal difotokan: 'Saya membeli kok warnanya mencurigakan gitu', lapor di medsos kita," ucap Lintang Purbaya.

BBPOM mengingatkan konsumen untuk selalu waspada dan menerapkan prinsip ketelitian sebelum membeli produk pangan.

"Selalu ingat Cek KLIK, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa, baik jajanan maupun dari makanan kemasan. Itu yang kita harapkan," kata Kepala BBPOM Gorontalo Lintang Purbaya.



Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026